.quickedit{ display:none; }
Showing posts with label Motivation. Show all posts
Showing posts with label Motivation. Show all posts

Saturday, February 2, 2013

Catatan Harian Seorang Pramugari


Assalammu'alaikum...

Wah kawan lama sudah ga ketemu ya setelah sekitar 1 bulan aku vakum untuk berbagi tulisan-tulisan untuk kalian semua, hehehehehe. Semoga tetap sehat selalu sampai saat ini :)
Postingan kali ini aku dapatkan dari e-mail yang dikirimkan pamanku beberapa waktu yang lalu. Nah postingan ini merupakan catatan harian seorang pramugari yang bekerja di China Airlines yang bertemu dengan seorang kakek-kakek yang sangat tidak disangka-sangka perangainya. Nah penasaran kan dengan ceritanya? Selamat membaca dan jangan lupa siapkan kopi atau teh hangat beserta camilan kecil :)
Aku adalah seorang pramugari biasa dari China Airlines, karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.
Pada tanggal 7 Juni yang lalu aku menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan pandanganku terhadap pekerjaan maupun hidupku.
Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking, penumpang sangat penuh pada hari ini.
Di antara penumpang aku melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu aku yang berdiri di pintu pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiranku ialah zaman sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.
Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketika melewati baris ke 20, aku melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak dan kaku di tempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.
Kami menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan tangan menolak, kami hendak membantunya meletakan karung tua di atas bagasi tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkannya duduk dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat dia duduk dengan tegang di tempat duduknya, kami menawarkan makanan juga ditolak olehnya.
Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit, dengan suara kecil dia mejawab bahwa dia hendak ke toilet tetapi dia takut apakah di pesawat boleh bergerak sembarangan, takut merusak barang di dalam pesawat.
Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat menyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik ke penumpang di sebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannya kami meletakan segelas minuman teh di meja dia, ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah, kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini dengan spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan  kepada kami, kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak percaya, katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan meminta air kepada penjual makanan di pinggir jalan dia tidak diladeni malah diusir. Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat meminta minunam kepada penjual makanan di pinggir jalan itupun kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.
Setelah kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.
Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik, putra sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah di tingkat tiga di Peking. anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersama di kota tetapi kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal di kota akhirnya pindah kembali ke desa, sekali ini orang tua tersebut hendak menjenguk putra bungsunya di Peking, anak sulungnya tidak tega orang tua tersebut naik mobil begitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan menawarkan menemani bapaknya bersama-sama ke Peking, tetapi ditolak olehnya karena dianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikeras dapat pergi sendiri akhirnya dengan terpaksa disetujui anaknya.
Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anak bungsunya, ketika melewati pemeriksaan keamanan di bandara, dia disuruh menitipkan karung tersebut di tempat bagasi tetapi dia bersikeras membawa sendiri, katanya jika ditaruh di tempat bagasi ubi tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur, akhirnya kami membujuknya meletakan karung tersebut di atas bagasi tempat duduk, akhirnya dia bersedia dengan hati-hati dia meletakan karung tersebut.
Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia tetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah sangat lapar, saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia menanyakan kepadaku apakah ada kantongan kecil? dan memintaku meletakkan makanannya di kantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak, dia ingin membawa makanan tersebut untuk anaknya, kami semua sangat kaget.
Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa di mata seorang desa menjadi begitu berharga.
Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan kepada penumpang ditaruh di dalam suatu kantongan yang akan kami berikan kepada kakek tersebut, tetapi di luar dugaan dia menolak pemberian kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan tidak menghendaki yang bukan miliknya sendiri, perbuatan yang tulus tersebut benar-benar membuat aku terharu dan menjadi pelajaran berharga bagiku.
Sebenarnya kami menganggap semua hal tersebut sudah berlalu, tetapi siapa menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang terakhir berada di pesawat. Kami membantunya keluar dari pintu pesawat, sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa kulupakan seumur hidupku, yaitu dia berlutut dan menyembah kami, mengucapkan terima kasih dengan bertubi-tubi, dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang yang paling baik yang dijumpai, “Kami di  desa hanya makan sehari sekali dan tidak pernah meminum air yang begitu manis dan makanan yang begitu enak, hari ini kalian tidak memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik, saya tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih kepada kalian.”
Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian, dengan menyembah dan menangis dia mengucapkan perkataannya. Kami semua dengan terharu memapahnya dan menyuruh seseorang anggota yang bekerja di lapangan membantunya keluar dari lapangan terbang.
Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, sudah beragam penumpang kujumpai, ada yang banyak tingkah, yang cerewet dan lain-lain, tetapi belum pernah menjumpai orang yang menyembah kami, kami hanya menjalankan tugas kami dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan, hanya menyajikan minuman dan makanan, tetapi kakek tua yang berumur 70 tahun tersebut sampai menyembah kami mengucapkan terima kasih, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering dan menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya, perbuatan tersebut membuat aku sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat berharga buatku di masa datang yaitu jangan memandang orang dari penampilan luar tetapi harus tetap menghargai setiap orang dan mensyukuri apa yang kita dapat.
(Sumber Dajiyuan)

Saturday, December 22, 2012

Menjadi Dewasa

Assalammu'alaikum 

Gmana nih kabar kawan-kawan sekalian? Semoga tetap sehat selalu ya. Dan buat teman-teman yang udah terima raport nih, Selamat berlibur, dan bagi yang belum ngambil raport, Semoga hasiilnya memuaskan :)

Akhirnya setelah sekian lama menunggu waktu kosong (karena kepakai ujian semester dan bimbingan belajar), aku bisa berbagi lagi nih dengan teman-teman sekalian dengan segalam macam pengalaman dan lain sebagainya. So, check it out

Belakangan ini aku ngobrol sama teman seangkatanku tentang isu yang cukup menarik, yaitu tentang "Dewasa". Banyak orang yang mengatakan bahwa dewasa itu adalah fase setelah kita melewati masa remaja (kurang lebih ketika umur sudah mencapai 18-22 tahun). Tapi ada juga yang bilang kalau dewasa itu adalah proses di mana seseorang bisa mengontrol dirinya sendiri baik secara mental dan emosional. 

Masalahnya sekarang adalah, terkadang dari kita semua tidak pernah sadar bahwa sebenarnya kita semua itu dituntut untuk menjadi dewasa. Kita sering menghindari proses pendewasaan atau bahkan kita men-judge diri kita bahwa kita tidak siap untuk menjadi dewasa karena ini-dan-itu (gampang kagol,atau apalah yang membuat diri kita merasa bahwa belum saatnya untuk dewasa). 

Memang sih ada banyak ilmu yang menjelaskan bagaimana cara kita untuk menjadi dewasa, apa saja yang harus dipersiapkan dan lain sebagainya. Akan tetapi, pertanyaannya sekarang adalah "apakah kita semua sudah siap untuk menjadi seorang yang dewasa".

Kawan, dewasa itu adalah sebuah hasil dari proses pendewasaan kita. Tugas kita sekarang adalah bagaimana kita bisa menjadikan diri kita untuk menjadi dewasa yang sebenarnya dan sesuai dengan apa yang kita dan orang lain inginkan, Memang sih umur menjadi salah satu indikator seseorang untuk dikatakan dewasa. Tetapi, dibalik itu semua ada sebuah "syarat khusus" yang harus kita penuhi untuk menjadi seorang yang dikatakan dewasa itu, yaitu "sudah siapkah kita untuk menjalani proses pendewasaan dan sudah pantaskah kita dikatakan dewasa." Tidak sedikit kita lihat di kehidupan kita beberapa masyarakat yang secara umur sudah dikatakan dewasa, akan tetapi secara psikologis belum dikatakan dewasa karena sikapnya,mentalnya dan lain sebagainya. Sehingga akan muncul pertanyaan "apakah dia sudah menjalankan proses pendewasaan?".

Ada kesalahpahaman di diri kita ketika hanya memandang dewasa pada satu sisi saja seperti umur,fisik dan lain sebagainya dan kesalahpahaman inilah yang membuat kita terkekang dalam melakukan proses pendewasaan. Padahal, indikator seseorang bisa dikatakan dewasa (menurutku) adalah ketika seseoarang itu sudah bisa melakukan "apa yang seharusnya dia lakukan/tidak lakukan". Karena aku percaya bahwa sebenarnya dewasa itu adalah sebuah proses dan pilihan bagi setiap manusia untuk menjalankannya. Dan  juga percaya bahwa dewasa itu tidak hanya berada pada umur/fisik, tapi ada banyak aspek yang bisa kita jadikan patokan untuk menyatakan dewasa seperti: 1) Dewasa dalam berfikri, 2) Dewasa dalam bertindak, 3) Dewasa dalam berbuat, 4) Dewasa dalam berinteraksi dengan orang lain, 5) Dewasa mengurusi dirinya sendiri (mandiri) dan masih banyak lagi. Dan aku juga percaya, setiap orang pasti memiliki kedewasaannya masing-masing dan itu berupa proses.

Tua itu pasti, tapi kalau dewasa....
Kawan, seseorang yang dewasa karena faktor umur/biologis itu adalah hal yang lumrah dan pasti terjadi. Karena tubuh kita akan terus berkembang sampai pada akhirnya kita kembali ke tanah. Sehingga, orang dewasa yang dipandang dari segi umur disebut "tua". Tidak herankan ketika kita memanggil ayah dan ibu kita dengan sebutan orang tua, karena mereka semua dari segi umur dan pengalaman lebih tua daripada kita. Tapi, pernahkan kita mendengar masyarakat memanggil orang tuanya dengan kata "orang dewasa"? Mungkin tidak pernah kawan, karena predikat "dewasa" dalam konteks tadi hanya dapat didapatkan apabila kita sudah melewati proses pendewasaan (psikologis). 

Masalahnya sekarang kan kita kadang bingung, kapan dan di mana kita bisa menjalani proses tersebut. Jawabannya adalah, DI MANA SAJA DAN KAPANPUN. Semua orang akan menjalani proses pendewasaan di mana saja dan kapanpun karena, hidup ini adalah pelajaran. 

Coba bayangkan kawan ketika kita kecil, kita mungkin masih dibiarkan oleh orang tua kita ketika kita menjambak rambut mereka. Akan tetapi, ketika kita menjambak rambut tamu atau orang lain selain orang tua kita, kita pasti ditegur bahwa perbuatan tadi tidak sopan. Dari situlah kita belajar tentang kesopanan,Lanjut lagi ketika kita sudah beranjak dewasa, kita pasti akan berfikir "tidak mungkinlah aku menjambak-jambak rambut orang tuaku seperti bayi lagi karena aku sudah besar." Dari situlah secara tidak langsung kita belajar "apa yang harus dan tidak semestinya kita lakukan" dan secara tidak langsung kita sudah mendewasakan diri kita sendiri.

Contoh lainnya adalah tentang seorang dokter. Seorang dokter meskipun pintar, dia tetap belajar kepada pasiennya. Karena ketika dia memeriksa pasiennya pasti dia akan bertanya tentang keluhan, obat yang sudah digunakan bahkan ketika pasien tersebut harus dirawat inap dia menanyakan proses perawatannya seperti apa. Semua itu dia lakukan demi kesembuhan pasiennya, sehingga ia menjadikan dirinya sebagai murid dari pasien tersebut agar mendapatkan informasi yang akurat tentang pengobatan,perawatan dan lain sebagainya. Begitu pula sang pasien akan belajar bagaimana caranya memberikan informasi yang akurat tentang keluhannya, jangan sampai ia berbohong kepada dokter karena bisa berakibat fatal (nilai kejujuran) dan lain sebagainya. 

Masalahnya, apabila dokter tersebut tidak mau mendengarkan kata pasien dan pasien juga tidak mau mendengarakan apa kata dokter, pada akhirnya si pasien pasti akan meninggal atau setidaknya penyakitnya tidak akan sembuh. Jadi, mau tidak mau dokter dan pasien harus mau saling mengajari satu sama lain.

Kesimpulannya kawan, menjadi dewasa itu pilihan dan menjadi tua itu pasti. Untuk mencapai predikat "dewasa", kita harus menjalani yang namanya proses pendewasaan dan proses pendewasaan itu terjadi di mana-mana tinggal kita siap atau tidak menghadapinya. Dan terakhir, semua orangi itu berhak untuk menjadi dewasa, sehingga tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak menjadi dewasa,  tinggal diri kita sendiri yang siap atau tidak (seperti yang aku katakan)

Wassalammu'alaikum :) 

Wednesday, November 7, 2012

Ketika Amar Ma'ruf Membawaku Kepada Masa Depan


Assalammu'alaikum kawan.... 

Moga-moga aja tetap sehat seperti biasanya dan tetap semangat untuk membaca ya, hehehe 

Nah, postingan kali ini tentang naskah cerpen (cerita pendek) yang aku buat beberapa waktu lalu. Sebenarnya niat awalnya, naskahnya mau aku ikutkan lomba cerpen yang diadakan oleh UKKI UNESA (Unit Kegiatan Kerohanian Islam Universitas Negeri Surabaya). Tapi, karena waktuku ga sempat buat ngirim naskahnya, jadi ya udah kelewat deadline deh.

Daripada mubazir, lebih baik aku bagikan saja kepada kawan-kawan sekalian untuk dibaca bersama. So, ini dia naskahnya (jangan lupa kritik dan sarannya ya :D )

*****
Tidak terasa 2 tahun sudah aku memegang kendali atas perusahaan ini setelah aku direkomendasikan oleh Direktur sebelumnya yaitu Pak Diki untuk menggantikan beliau setelah beliau pensiun. Ada banyak pujian yang datang dari para CEO perusahaanku atas kepemimpinanku dalam melaksanakan tugasku sebagai Direktur perusahaan ini. Padahal pada awalnya aku hanya menjadi seorang manager bagian personalia di perusahaanku bekerja di mana aku selalu mengontrol karyawan baik dalam pemberdayaan dan pengembangan kualitas SDM ataupun kegiatan lainnya yang berhubungan dengan SDM kami. 

Ketika aku masih menjabat sebagai Manajer Bagian Personalia, banyak sekali tanggapan positif yang diberikan kepadaku. Banyak karyawan yang senang dengan cara kepemimpinanku karena aku selalu mengingatkan mereka bahwa sebenarnya kita semua adalah satu tim dan kita harus saling mengingatkan satu sama lainnya ketika ada salah satu di antara kita yang melakukan kesalahan. Tidak hanya itu, aku membuat sebuah gebrakan yaitu, aku selalu menuliskan mimpi yang ada di dalam benakku yang mana mimpi tersebut aku yakin dapat kita capai bersama dan aku beri nama MaN (Manager Note). Setiap kali aku selesai menulis MaN, selalu aku sebarkan ke e-mail semua karyawan yang berada di bawahku untuk dibaca bersama-sama dan nantinya mereka kupersilahkan untuk mengomentari tulisan tersebut bisa dengan tanggapan positif/negatif ataupun ide-ide kreatif, dan ternyata tulisan tersebut mendapat respon positif dari semua jajaran di perusahaan.

Sejenak, kuambil sebuah foto kenanganku bersama teman-temanku di pondok ketika aku masih sekolah di sana yang aku letakkan selalu di meja kerjaku.

Wah ga kepikiran ya udah lebih dari 8 tahun setelah kami lulus dari pondok. Si Ali setamat kuliahnya langsung menjadi seorang Manajer di sebuah restoran dekat rumahnya. Salman saat ini sukses membuka usahanya dan sekarang sudah memiliki banyak cabang” pikirku di dalam benakku terus memandangi foto tersebut satu persatu muka-muka kami bersama dengan musyrif (wali siswa di asrama) kami. 

Tiba-tiba saja pandanganku berhenti pada satu sosok yang berwajah masih relatif muda dan di foto tersebut berpose dengan gaya yang aneh. Ya, dialah musyrif kami yang bernama Ust Latif yang mana beliau adalah alumni dari sekolah kami. Orangnya ya asik diajak diskusi dan agak edan kalau udah yang namanya canda bareng (maklumlah alumni sendiri jadi kayak kakak kelas ngobrol sama adek kelasnya sendiri). Tapi dari semua itu, ada satu hal yang paling membekas di dalam diri kami semua terlebih lagi di dalam diriku. Yaitu, semangat amar ma’ruf nahi munkar yang selalu ia ajarkan kepada kami semua. Kak Latif selalu mengajarkan kepada kami semua untuk selalu melaksanakan perintah amar ma’ruf nahi munkar yang mana kami harus saling mengingatkan satu sama lain supaya tidak melakukan pelanggaran dan selalu mengajak kepada kebaikkan, sejenak ingatan masa laluku terputar kembali di hadapanku.


*****

Pernah suatu saat ketika salah satu teman kami ketahuan merokok oleh Kak Latif, dia cuman nanya ke anak-anak kamar “Siapa yang melihat teman kalian ini merokok?” Tanya Kak Latif dan kami semua diam.

Setelah menunggu beberapa saat, sebagian dari kamipun maju menghadap Kak Latif yang mana mereka yang menghadap adalah anak-anak yang melihat teman kami merokok. “Ok, jadi kalian yang melihat teman kalian ini merokok. Faris, silahkan kamu tampar teman-temanmu yang lihat kamu merokok tapi ga ngingetin kamu kalau merokok itu melanggar peraturan.” Ucap Kak Latif.

Kamipun kaget dan berdiri membeku, terlebih lagi teman-teman kami yang akan ditampar oleh Faris. Kami sempat berfikir “kok bisa ya yang ngelakuin pelanggaran Faris, kok yang dihukum malah yang melihat Faris merokok” pikir kami terlihat dari raut wajah kami. 

Akhirnya, Farispun menampar wajah teman-teman kami yang tidak mengingatkan Faris yang merokok dengan raut wajah terpaksa karena kalau dia tidak menampar teman-temannya, pada akhirnya Kak Latif-lah yang akan menampar mereka, dan kami semua tahu betapa keras dan sakitnya tamparan Kak Latif. Setelah insiden itupun, Kak Latif meninggalkan kamar kami dan kami semua saat itupula penuh rasa marah kepada Kak Latif. Akhirnya kami semuapun sepakat supaya memberontak ke Kak Latif dengan tidak setoran hafalan,cuek kalau diajak ngobrol dan lain sebagainya selama satu minggu.

Belum genap satu minggu, ketika kami sedang ta’lim Ba’da Shalat Maghrib di kamar kami, Kak Latif tidak mengisinya dengan materi seperti biasanya. Kak Latif langsung mengabsen kami satu persatu dan setelah itu map absensipun ditaruh di depannya. Dengan wajah agak datar setelah menghela nafas, Kak Latifpun membuka pembicaraan “Beberapa hari ini setelah insiden kakak main ke kamar kalian, dari kalian semuanya berubah total. Kalian pasti kepikiran kenapa ketika Faris merokok, yang kakak hukum adalah teman-teman kalian yang tidak mengingatkan Faris bahwa merokok itu pelanggaran.” Kamipun langsung sedikit tersentak, karena ternyata Kak Latif bisa menerka apa yang ada di dalam pikiran kami.

“Dek, kakak sekarang akan bercerita sedikit saja. Ketika kakak 2 bulan yang lalu mengikuti kemah komunitas pecinta alam, di sana kakak mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dan sekarang menjadi pedoman kakak.” Kak Latif membuka cerita yang akan ia ceritakan kepada kami semua

“Di kemah tersebut ada yang paling berkesan bagi kakak. Yaitu, semangat amar ma’ruf nahi munkar. Asal kalian tahu, di sana ketika salah satu anggota kelompoknya melakukan kesalahan, yang dihukum bukan yang melakukan kesalahan tersebut. Akan tetapi, yang dihukum adalah teman-teman sekelompoknya. Mereka dihukum karena mereka cuek terhadap teman mereka yang melakukan pelanggaran, seolah-olah itu bukan urusan mereka. Padahal mereka semua satu kelompok, sudah pastilah mereka harus saling menjaga dan saling mengingatkan.”

“Ada kejadian di mana salah satu anggota kelompok kakak yang saat itu dia datang terlambat karena dia kesulitan untuk mengemas barang-barangnya. Ketika sampai di lapangan, ia ditanya tentang kelompoknya oleh panitia. Akhirnya, kelompok kakak yang dipanggil karena teman kakak yang terlambat tadi adalah anggota kelompok kakak. Kamipun langsung dihukum push-up seratus kali karena kami meninggalkan dan tidak mengingatkannya serta membantunya.”

“Ingat dek, Islam itu mengajarkan kita semua untuk selalu beramar ma’ruf nahi munkar. Kalian tak jamin sudah hafal Surah Ali Imran ayat 104. Di ayat tersebut Allah perintahkan kepada kita semua untuk selalu beramar ma’ruf nahi munkar di manapun dan kapanpun kita berada.” Kak Latifpun mengambil nafas sejenak dan melanjutkan pembicaraanya kepada kami semua. 

“Lebih-lebih kalian seangkatan sudah mendeklarasikan bahwa kalian ini bukan angkatan, tapi keluarga besar. Sudah semestinya kalau kalian ini sebagai keluarga, teman-teman kalian saat ini sudah bukan menjadi teman lagi, akan tetapi saudara kalian sendiri. Kalian ingatkan materi ta’lim kita seminggu yang lalu yang membahas bahwa Allah memerintahkan kita semua untuk selalu menjaga diri sendiri dan keluarga kita dari segala perbuatan dosa yang menyebabkan kita dan keluarga kita masuk ke dalam neraka?” Tanya Kak Latif dan kamipun serempak mengangguk untuk membenarkan itu.

“Nah, sekarang coba lihat. Di sini ada peraturan bahwa kalian dilarang merokok. Dan kalau kalian merokok, nanti akan kena poin dan akhirnya bisa dikeluarka. Nah tugas kalian yang sudah mendeklarasikan sebagai keluarga adalah, menjaga saudara kalian dari melakukan pelanggar tersebut, ga cuman rokok aja, tapi semua pelanggaran supaya nantinya tidak ada satupun dari keluarga kalian yang dikeluarkan. Kakak tahu kalian dulu ketika kenaikkan kelas, sudah banyak kehilangan saudara-saudara kalian yang terpaksa tidak naik kelas dan akhirnya pindah sekolah. Jangan sampai itu terjadi kembali.” Tutup Kak Latif tentang cerita tersebut.

Kamipun akhirnya paham kenapa kok Kak Latif kemarin menghukum teman-teman kami yang tidak mengingatkan Faris yang sedang merokok. Ternyata semua itu semata-mata supaya kami semua memiliki semangat untuk berdakwah yang kuat dan tidak hanya itu, Kak Latif juga ingin menumbuhkan rasa saling memiliki satu sama lain karena kami ini keluarga. Dan semenjak itulah aku bersama teman-temanku selalu menjunjung tinggi semangat dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang diajarkan oleh Kak Latif.

*****
“Alhamdulillah, sekarang kalian udah mau jadi alumni sekolah ini. Kakak bangga kepada kalian karena selama satu terakhir kalian di sini kakak lihat kalian semangat sekali untuk saling mengingatkan. Kakak harap kalian tetap semangat beramar ma’ruf nahi munkar dimanapun kalian berada.” Kak Latif membuka pembicaraan kami. Saat itu kami sedang berada di Pantai Sundak untuk mengadakan pesta perpisahan. Karena, lusa kami akan diwisuda untuk menjadi alumni sekolah kami.

“Wah kak, kalau aja kemarin Faris ga ketahuan merokok mungkin saya ga bakalan kena tampar tuh sama Faris. Tapi kalau ga ketahuan, kapan lagi kita sadar buat saling amar ma’ruf nahi munkar?” respon temanku bernama Juri sambil cengengesan.

“Dasar anak satu ini. Tapi, berkat kalian juga kakak bisa lebih dewasa dalam mendidik lebih-lebih kalau kakak besok udah nikah.” Jawab Kak Latif dengan guyonan khasnya.

“Wuuu... Udah dapet jodoh belum kak? Kalau udah besok pas akad, kami sekelas diundang dong. Masa yang bahagia kakak sendiri? Hahahahaha.” Respon kawanku Asar dan disambut dengan suara tawa yang menggelegar.

“Lihat tuh, muka Kak Latif merah!.” Teriakku kepada semua teman-temanku setelah melihat respon Kak Latif. 

“Wah, ternyata benar tuh udah dapet jodoh. Hahahahaha.” Sambut kami semua, dan Kak Latifpun hanya bisa tertawa lepas bersama kami semua malam itu.

*****

“Pak Andri, sebentar lagi rapat kordinasi dengan seluruh Manajer akan dimulai 10 menit lagi.” Ucap Sekretaris Pribadiku sekaligus menyadarkanku dari lamunanku.

“Wah, Pak Andri lagi nostalgia dengan teman-teman sekelas Pak Andri ya? Maaf nih saya malah mengganggu Pak Andri.” Ucapnya sembari membungkukkan badannya sebagai tandan permohonan maaf.

“Loh, kenapa harus membungkuk segala. Panggil saya Kak Andri saja juga tidak apa-apa kok.” Ucapku sembari tersenyum kepada Sekretaris Pribadiku yang ternyata dia adalah adik kelasku ketika aku masih kuliah.

“Siap Pak Andri, eh salah Kak Andri. Oh ya, semua Manajer sudah berkumpul di ruang rapat.” Ucap Sekretaris Pribadiku dan akupun pergi meninggalkan meja kerjaku dan menuju ruang rapat bersama para Manajer yang ternyata, semua Manajer ada di sana adalah teman-temanku seangkatan dulu yang secara tidak sengaja, ketika aku masih menjabat sebagai Manajer, mereka masih menjabat sebagai Karyawan. Akan tetapi karena semangat amar ma’ruf nahi munkar dan etos kerja mereka, mereka, semua direkomendasikan oleh Manajer mereka masing-masing untuk dipromosikan sebagai Manajer dalam rapat Direksi.

“Waduh, ternyata kawan kita yang satu ini sekarang sudah jadi pemimpin perusahaan ini ya dan sekarang sudah memimpin kita.” Temanku Faris membuka pembicaraan sebelum rapat benar-benar kami mulai
“Kalau seperti ini sih jadinya seperti reuni setelah 8 tahun. Ga nyangka kita bisa bertemu seperti ini.” Sahut Juri.

“Ya semua ini ga mungkin terjadi kalau semisalnya dulu Kak Latif ga ngingetin kita kalau kita harus saling menjaga.” Sambung Asar sambil menunjuk ke arah Faris sambil tertawa, dan semua yang berada di dalam ruanganpun saling tertawa satu sama lain.

“Sudah-sudah, sekarang rapat kita mulai dulu. Sekarang bukan seperti dulu lagi. Sekarang kita sedang menghadapi sebuah agenda yang harus kita selesaikan secara bersama-sama. Masalah dan tantangan yang kita hadapi lebih kompleks sekarang. Ayo kita mulai rapatnya, Assalammu’alaikum wr.wb.” Ucapku supaya waktu yang tersedia tidak terbuang percuma, karena pembahasan saat ini sangat penting. Karena terkait dengan program kami yaitu munumbuhkan semangat amar ma’ruf nahi munkar di lingkungan perusahaan kami.

“Wa’alaikum salam wr.wb. Wah seperti biasanya nih, Pak Adri tetap tegas seperti dulu. Ok ayo kita mulai rapatnya.” Sambut Faris setelah membalas salamku beserta para Manajer yang lain dan akhirnya rapat kordinasi kamipun dimulai dengan semangat dan penuh rasa tanggung jawab.”

Sunday, October 7, 2012

What We Have Today 4: "Ber-1,2,3-lah Dalam Menggapai Cita-Cita dan Ber-3,2,1-lah Ketika Cita-Citamu Tercapai"


Assalammu’alaikum

Halo kawanku semuanya, apa kabar kalian hari ini. Semoga tetap semangat dan sehat ya sehingga masih bisa melaksanakan kegiatan sebagaimana biasanya.

Ada yang tau kenapa kok judul tulisannya “Ber-1,2,3-lah dalam menggapai cita-cita dan Ber-3,2,1-lah ketika cita-citamu tercapai”? Mau tahu? Let’s check it out

Ok kawan, sejenak pasti kalian berfikir (begitupula denganku, hehehe) maksud “Ber-1,2,3-lah dalam menggapai cita-cita dan Ber-3,2,1-lah ketika cita-citamu tercapai” itu apa sih (makanan apa coba)? 

Jadi begini kawan, judul di atas tadi adalah salah satu dari sekian rumus dalam hidup yang kita jalani sekarang. Lah terus hubungannya “Ber-1,2,3-lah dalam menggapai cita-cita dan Ber-3,2,1-lah ketika cita-citamu tercapai” dalam kehidupan apa? Emangnya ada hubungannya ya? 

Tentu ada kawan. Yuk kita bahas, tapi sebelumnya coba baca cerita di bawah ini.

Ketika dalam sebuah perlombaan balap lari, juri pasti selalu memberikan aba-aba 1,2,3! kan? Aba-aba tadi digunakan dengan tujuan untuk membuat para peserta lomba agar mempersiapkan dirinya di hitungan 1-2 sebelum hitungan ke-3 di mana lomba sudah dimulai. Dan pada hitungan ke-3 para pesertapun mulai berlari dan berlomba-lomba untuk sampai ke garis finish pertama kali supaya mereka memenangi balapan tersebut. Selama perlombaan berlangsung, mereka keluarkan segala kemampuan yang mereka miliki berikutpula dengan hasil latihan keras mereka dalam mempersiapkan diri untuk perlombaan tersebut. Berlari,berlari dan berlari supaya menjadi yang tercepat. 

Ternyata kawan setelah semua pelari melewati garis finish, dari para pelari tersebut ada 3 orang yang ternyata kalau dilihat secara kasat mata mereka semua finish pertama kali (waduh kok bisa). Akhirnya, para dewan juripun melihat rekaman video lomba lari tersebut. Mulailah hati para pelari ini berdag-dig-dug ria menunggu hasil dari dewan juri, karena mereka tidak tahu siapa yang menang secara pastinya. Setelah dewan juri melihat hasil rekaman video tersebut, terpilihlah 1 orang di antara mereka menjadi pemenang, akan tetapi belum dipublikasikan kepada peserta dan pelatihnya. 

Alhasil ketika akan diumumkan, para penontonpun mulai menghitung mundur setelah mendengar aba-aba dari panitia. 3-2-1! teriak mereka. Semakin teganglah detak jantung ketiga pelari itu. Dan pada akhirnya, setelah hitungan mundur 1, keluarlah seorang pemenang dari cabang balap lari tersebut. Alhasil, tersontaklah si pemenang dari tempat duduknya. Dia tidak percaya bahwa ia bisa menang. Ia mencoba menarik ingatannya ke belakang, bagaimana latihan dan usahanya, bagaimana jalanannya persaingannya bersama 2 pelari yang sama-sama cepat larinya. Dan pada akhirnya ia menangis bahagia ketika ia maju ke podium untuk menerima hadiah medali emas.

Nah kawan, dari cerita di atas coba kita tarik ke kehidupan kita. Cobalah kita ber-1,2,3 dalam menggapai cita-cita kita. Maksudnya adalah, ketika kita sudah menentukan cita-cita kita, maka kita harus mempersiapkan diri kita untuk menghadapi tantangan yang akan kita hadapi selama perjalanan kita menuju cita-cita yang akan kita capai. Seperti para pelari tadi, ketika hitungan 1-2, mereka semakin mempersiapkan dirinya. Karena setelah hitungan ke-3, perjuangan dan halangan mereka akan datang (mereka harus mengalahkan lawan-lawan mereka). Sama hal-nya dengan kita yang sedang menggapai cita-cita. Persiapkan diri kita dari A-Z (bahkan kalau perlu sampai ZZ, :D ), supaya ketika kita sudah mulai start di track kehidupan kita, kita sudah siap untuk menghadapinya.

Nah ketika kita berlari mengejar cita-cita kita, pastilah kita akan menghadapi yang namanya tantangan,cobaan dan lain sebagainya. TETAPLAH BERLARI DAN JANGAN BERHENTI. Ingat, tidak hanya dirimu yang sedang mengejar cita-cita. Karena, di dunia ini ada banyak orang yang memiliki cita-cita yang sama sepertimu. Oleh karena itu, janganlah kamu berhenti supaya tidak tersusul orang lain. KUATKAN TEKADMU KAWAN, sebesar apapun halangan dan rintangan itu ada, supaya engkau bisa mencapai garis finish di urutan terdepan.

Larilah dan kejar impian yang sudah kau canangkan sejak lama
dengan semangat dan kerja keras
Ketika kita sudah mencapai apa yang kita cita-citakan, maka saatnya kita ber-3,2,1. Maksudnya adalah, ketika kita sudah mencapai apa yang kita raih, jangan langsung senang. Akan tetapi, coba kamu ingat-ingat kembali bagaimana perjuangan kerasmu untuk mendapatkan cita-cita yang kamu inginkan tersebut. Bagaimana lika-liku,tangis-tawa,suka-duka dan segala bumbu yang menghiasi perjuanganmu selama ini. Niscaya ketika kita ber3,2,1 , kita akan lebih menghargai dan mensyukuri apa yang telah kita dapatkan (karena tidak sedikit orang yang bersyukur ketika mendapatkan nikmat).

Nah, baru deh setelah kita ber3,2,1 , saatnya kita ambil rasa senang dan syukur tersbut. 

Tapi, apakah cukup hanya melakukan 1-2-3 dan 3-2-1 hanya dalam sekali? Tentu tidak kawan

Ber1,2,3 ketika menggapai cita-cita dan ber3,2,1 setelah cita-cita tercapai itu adalah siklus. Jadi kalau aku gambarkan seperti ini [canangkan cita-cita]-1-2-3-[perjuangan]-[cita-cita tercapai]-3-2-1-[rasa syukur]-[canangkan cita-cita]-dst.

Jadi setelah kita mendapatkan pencapaian, langsung tetapkan pencapaian yang lebih tinggi. Setelah mendapatkan pencapaian yang kita canangkan tadi, putar balik ingatan perjuangan kita kembali, baru setelah itu canangkan kembali target yang tinggi dan begitu seterusnya. Karena, kalau kita hanya memiliki satu cita-cita saja, pada akhirnya setelah kita meraih cita-cita tersebut, kita akan berhenti mencari cita-cita yang lain dan akan berakibat pada produktifitas kita semua dalam hidup ini. Berbeda ketika sebuah cita-cita yang telah kita rencanakan telah tercapai, dan setelah itu kita menargetkan cita-cita yang lebih tinggi lagi. Maka kita akan semakin produktif karena setidaknya kita termotivasi untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi.

Nah itulah kawan sedikit dari rumus hidup yang ada di dunia ini. Dan jangan lupa, dalam menggapai cita-cita harus dengan kerja keras dan tawakal. 

Jadi bersiaplah untuk ber1,2,3 dan ber3,2,1 ria! 1-2-3 and Go!
Salam Semangat

Wassalammu’alaikum

Thursday, September 27, 2012

Kata Mutiara Part XVII


Assalammu'alaikum...


Kawan, ketemu lagi kita dengan sebuah bongkahan tulisan yang akan aku tuliskan disini. Kali ini aku akan berbagi tentang "Friends Note" yaitu beberapa kata yang aku dapatkan dari teman-temanku. So, lets check it out

Nah, untuk "Friends Notes" yang ini, aku diberikan oleh temanku yang bernama Fitri. Dia ini teman di tempat aku ngisi Taman Pendidikan Al-Qur'an di Masjid Darussalam Serangan (tapi sekarang jarang ketemu karena aku jarang ke sana karena padat waktuku). Dia ini sering ngasih kata-kata yang inspiratif. Penasaran sama pesannya? Ini dia ...

"DOA bukanlah BAN SEREP yang hanya kita gunakan di saat kita asedang menghadapi masalah. Akan tetapi, DOA adalah KEMUDI yang harus kita gunakan setiap waktunya untuk mengarahkan kita ke arah yang tepat"

Nah kawan, sedikit merefleksikan saja nih. Kita kerapkali berdo'a (khusyuk bahkan sangat khusyuk) ketika kita sedang menghadapi masalah yang besar saja. Tapi ketika kita sedang tidak mendapati masalah/ujian dari-Nya, kita cenderung berdo'a biasa-biasa saja dan tidak khusyuk bahkan sampai tidak berdo'a sama sekali. Atau ketika kita sedang dilanda ujian, kita berdo'a kepada-Nya setiap waktu. Tapi ketika kita sedang  dalam keadaan tidak dilanda ujian, kita berdoa hanya saat shalat (itupun cuman sebentar bahkan sampai tidak berdoa). Benar ga nih (meskipun ga sepenuhnya benar).

Kita kerapkali membutuhkan Allah ketika kita dirundung ujian. Tapi ketika dalam keadaan sebaliknya, kita malah melupakan Allah. Sama halnya dengan do'a. Kita hanya jadikan do'a sebagai pelengkap kehidupan kita. Padahal kawan, kita hidup di dunia ini sebenarnya hanya untuk beribadah kepada Allah

"Tidaklah aku ciptakan manusia dan jin melainkan untuk beribadah kepadaku", itu firman Allah di salah satu suratnya di dalam Al-Qur'an.

Salah satu bentuk ibadah adalah dengan berdo'a kawan. Karena, sesungguhnya dalam ibadah itu pasti ada do'a. Contohnya saja kita shalat, ketika kita membaca Al-Fatihah, sesungguhnya kita sedang berdo'a (coba saja lihat terjemahannya). Oleh karena itu kawan, jangan jadikan do'a sebagai BAN SEREP yang kita gunakan saat darurat, tapi jadikan do'a itu sebagai petunjuk supaya kita selalu diarahkan ke jalan yang benar. Dan jangan lupa untuk selalu memohon petunjuk kepada Allah agar kita tidak tersesat di dunia ini :D
Berdoalah kepada-Nya kapanpun dan di manapun
dan jangan lupa untuk mohon petunju pada-Nya

Wassalammu'alaikum

Wednesday, September 19, 2012

The Innocence of Muslim, Bagaimana Sikap kita Seharusnya

Assalammu'alaikum

Bismillahirrahman ar-Rahim

Kawan sekalian bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga tetap sehat dan seperti biasanya bisa beraktifitas.

Kalau kita sampai hari ini masih mengikuti berita yang sedang sangat hangat di media massa baik media massa nasional ataupun internasional, kawan sekalian pasti tahu isu tentang pelecehan agama yang dilakukan oleh seseorang di muka bumi ini lewat filmnya yang berjudul "The Innocence of Muslim" yang mana film tersebut melecehkan Nabi Muhammad (hayoo, pada update ga nih).

Nah, akan tetapi yang menjadi sorotan utama para media massa (selain isi dari film tersebut) adalah respon yang muncul dari masyarakat dunia (terutama umat muslim) yang mana menentang dan mengecam sang pembuat film tersebut, karena dapat kita lihat di beberapa media massa, banyak sekali berita yang mengekspos bagaimanakah respon para masyarakat terhadap film tersebut. Akan tetapi yang menjadi permasalahan adalah, respon yang kita munculkan ternyata kurang bijaksana.

Coba kita lihat di media massa, di mana ketika muncul banyak respon yang mengecam film tersebut akan tetapi sebagian dari saudara kita meresponnya dengan cara yang salah. Kita lihat bagaimana saudara kita merespon berita tersebut dengan cara yang salah seperti merusak fasilitas bahkan sampai menghilangkan nyawa seseorang. Apakah itu benar? Padahal islam sendiri sudah mengajarkan kepada kita bagaimanakah cara kita menyikapi hal tersebut. Allah memerintahkan kepada kita semua untuk selalu berlaku ihsan baik dalam menyebarkan islam ataupun memerangi orang yang sudah menginjak-injak harga diri kita.

Melihat fenomena di atas, aku jadi teringat diskusi dengan salah satu guruku di kelas pada saat pelajaran jam terakhir di kelasku. Saat itu, salah seorang temanku bertanya bagaimanakah respon kita seharusnya menanggapi kasus film "The Innocence of Muslim". Ada beberapa hal yang disampaikan oleh guruku, intinya adalah kita harus menanggapi hal tersebut dengan bijaksana hikmah (dengan cara yang baik), bukan dengan cara yang merusak atau membawa madharat kepada orang lain. Karena pada hakikatnya, orang yang membuat film tersebut sebenarnya hanya ingin memprovokasi kita semua.

Ingatlah kawan, sungguh Allah telah berfirman di surat An-Nahl ayat 125

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah  mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk"

Allah memerintahkan kita untuk mengajak kepada seluruh manusia agar berpegang teguh kepada Jalan-Nya (Agama Islam) dan apabila ada seseorang/kelompok yang mengolok-olokmu, maka hadapi mereka dengan cara yang baik tapi tegas. Ingat, tegas di sini bukan berarti dengan cara kekerasan, akan tetapi kita menunjukkan bahwa kita siap menghadapi mereka (tentunya dengan cara yang benar).

Bukankah Allah juga memerintahkan kita dalam hidup ini untuk selalu berbuat adil dan ihsan, seperti firmannya pada Surat An-Nahl ayat 90

"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan (ihsan), memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran."

Mungkin sebagian dari kita akan mengatakan bahwa harga diri kita sebagai muslim sudah diinjak-injak, jadi ini dapat dibenarkan untuk melakukan respon seperti itu. Memang benar sih, akan tetapi apakah Allah dan Rasul-Nya mengajarkan kita untuk merespon dengan cara seperti itu (menghancurkan fasilitas,melempar bom molotov dan sebagainya yang dapat merusak)? Jawabannya tidak kawan.

Ingatkah  bagaimana sikap Nabi Muhammad ketika ia sedang berdakwah menyebarkan Agama Islam di suatu tempat, akan tetapi masyarakat di tempat tersebut menolaknya dan melempari dirinya dengan batu. Setelah Nabi Muhammad keluar dari kota tersebut, Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad dan berkata "Wahai Muhammad jika engkau berkehendak, aku akan pindahkan gunung tersebut ke kota tadi supaya mereka mendapatkan pelajaran akan perbuatan hina mereka kepadamu".

Akan tetapi, apa respon Nabi Muhammad? Beliau justru menolak permohonan Malaikat Jibril. Padahal, seandainya saja beliau mengiyakan permohonan tersebut, pastilah gunung yang ditunjuk oleh Malaikat Jibril akan dipindahkan ke kota tersebut sehingga menimpa semua masyarakat yang berada di dalamnya.

Lantas, apa yang harus kita lakukan setelah melihat betapa sabar dan bijaksananya Nabi Muhammad dalam menyikapi kasus yang hampir serupa dengan ujian yang dihadapi oleh Nabi Muhammad?

Kita, layaknya seorang muslim yang selalu berpegang teguh kepada ajaran Nabi Muhammad dan perintah Allah hendaknyalah menanggapi isu-isu tersebut dengan bijaksana dan dengan cara yang benar. Boleh kita marah kepada pelaku yang melakukan perbuatan keji tersebut, akan tetapi dengan cara yang benar. Mungkin kita bisa membuat kesepakatan bersama agar pelaku tersebut disidang oleh Mahkamah Internasional (karena sekarang ada PBB), atau yang lebih mudah adalah kita meminta pemerintah (lewat ormas-ormas) untuk ambil suara supaya pelaku tersebut diseret ke Mahkamah Internasional. Meskipun kita ingin dengan aksi turun ke jalan, itu sah-sah saja akan tetapi, tidak perlulah kita menghancurkan gedung,fasilitas umum bahkan sampai merengut nyawa orang lain karena pada hakikatnya itu hanya membawa kerusakan di muka bumi dan Allah membenci semua orang yang melakukan kerusakan di muka bumi ini.

Ingat kawan ketika kita merespon isu-isu yang serupa dengan cara yang kurang bijaksana seperti menghancurkan fasilitas umum, itu semua justru bukan membuat para pelaku takut akan kita tapi mereka akan senang bahwa mereka dapat membuktikan apa yang mereka katakan (entah yang mengatakan Islam itu identik dengan kekerasan dan lain sebagainya).

Allah dan para Nabi-Nya selalu mengajarkan kita bahwa Islam itu
indah karena kita harus hidup dengan adil dan ihsan
Dan terakhir kawanku, ingatlah bahwa Agama Islam itu diturunkan ke bumi ini sebagai rahmat bagi seluruh alam. Jadi, sebagai ummat islam bertindaklah sebagai ummat yang membawa rahmat bagi seluruh alam semesta (bukannya membawa kerusakan). So, bijaksanalah dalam melakukan sesuatu. Mari kita gunakan akal dan hati kita sebelum kita bertindak, karena yang membedekan kita dari binatang adalah kita memiliki nafsu dan akal. Ingat, manusia akan menjadi lebih buruk daripada bintang apabila ia hanya menggunakan nafsunya, akan tetapi manusia akan menjadi lebih mulia daripada malaikat apabila ia menggunakan nafsu dan akalnya sesuai dengan tempatnya.

Alhamdulillahi rabbi al-'Alamiin

Trims and Waallahu a'alamu

Wassalammu'alaikum

Monday, September 3, 2012

What We Have Today 2: Jangan Pernah Berprasangka Buruk Kepada-Nya

Assalammu'alaikum

Halo pembaca sekalian lama tak bertemu ya. Mumpung masih dalam suasana lebaran, "Taqabbalallahu minna wa minkum" dan mohon maaf lahir batin ya, kalau-kalau ada tulisanku yang mungkin agak menyinggung para pembaca sekalian (kita mulai dari 0-0 lagi ya :D).

Kawan, ngomong-ngomong tentang berprasangka buruk nih. Pernakah ketika kita sudah berdo'a kepada Allah dengan sepenuh hati di setiap kegiatan kita, akan tetapi apa yang kita minta kepada Allah (menurut kita) belum terkabul sekian lama sehingga kita berprasangka buruk bahwa do'a kita tidak dikabulkan Allah. Pernahkah kita merasakan hal serupa?

Mungkin dari sebagian kita ada yang pernah merasakan hal tersebut (aku juga), akan tetapi ada juga sebagian dari kita yang mungkin belum merasakan hal tersebut. Nah kawan, kali ini aku ada sebuah cerita tentang seorang pemuda dengan seekor ulat dan pohon kaktus. Mau tahu ceritanya? Let's check it out

Alkisah di suatu daerah hiduplah seorang pemuda tampan dan sholeh yang mana ia sangat disegani oleh masyarakatnya. Suatu ketika, pemuda ini tertarik dengan seorang perempuan yang ada di daerah tersebut dan ia ingin sekali menikahinya. Ketika pemuda itu hendak melamarnya, ayah dari perempuan tersebut memberikan syarat bahwa ia harus memberikan putrinya sebuah bunga dan kupu-kupu yang indah dalam waktu 3 bulan. Mendengar persyaratan tersebut, si pemuda inipun bingung karena di daerahnya sangat sulit untuk menemukan kupu-kupu dan bunga yang indah. 

Tiap malam ketika sang rembulan memainkan tirai malamnya, si pemuda selalu berdo'a kepada Allah. "Ya Allah, bantulah hamba-Mu ini untuk memenuhi persyaratan yang diberikan ayah dari anak perempuan yang hamba dambakan", begitulah do'a yang ia panjatkan tiap malam. 

Suatu ketika ketika pemuda itu sedang tidur, datanglah si fulan yang memberikan bunga kaktus dan seekor ulat kepadanya. Ia berharap semoga si pemuda tersebut dapat merawatnya dan diterimalah oleh pemuda tersebut. 

Setelah menerima sebuah pohon kaktus dan seekor ulat, si pemuda ini merasa sedikit menyesal karena ternyata Allah tidak mengabulkan do'a yang selalu ia panjatkan setiap malam. Pada akhirnya, ia rawatlah pohon kaktus dan ulat tersebut dengan rasa sedikit menyesal.

Ketika sudah memasuki hari di mana persyaratan yang diajukan oleh ayah sang perempuan tadi, akhirnya si pemuda itupun mempersiapkan dirinya untuk berangkat menghadap kepada ayah perempuan tersebut. Ketika ia akan keluar rumah, ia teringat akan pohon kaktus dan ulatnya. Ketika pemuda ini melihat ke pohon kaktus tersebut, betapa kaget dirinya karena pohon tersebut tumbuh besar dan memunculkan bunga yang sangat indah sekali. Tidak hanya itu, seekor ulat yang ia rawat sejak 3 bulan yang lalu itupun sudah menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Karena teringat kepada syarat yang diberikan kepadanya untuk meminang sang perempuan tersebut, dibawakannyalah kupu-kupu dan bunga tersebut ke pihak keluarga sang perempuan. Karena ia berhasil memenuhi syarat tersebut, akhirnya mereka menikah dan hidup bahagia selamanya.

Nah kawan, dari cerita di atas apa hikmah yang dapat kita ambil?

Coba kita lihat kembali cerita yang dialami oleh sang pemuda tersebut. Pada awalnya dia menyangka bahwa Allah tidak mengabulkan do'anya karena ia meminta kepada Allah untuk memberikannya sebuah bunga yang indah dan seekor kupu-kupu, akan tetapi Allah memberikannya pohon kaktus dan seekor ulat. Akan tetapi, setelah 3 bulan ia merawat pohon dan ulat tersebut, akhirnya ia sadar bahwa sebenarnya Allah selama ini mengabulkan do'anya. Dia sadar bahwa ternyata selama ini Allah sudah merencanakan kapan do'anya akan menjadi kenyataan, yaitu dengan memberikan kaktus dan seekor ulat hingga pada akhirnya kaktus tersebut menyembulkan bunga yang indah dan ulat tersebut menjadi kupu-kupu.

Nah kawan sering kali ketika kita sudah berdo'a kepada Allah di setiap waktunya akan tetapi belum terkabulkan juga dan pada saat itu kita langsung menyerah dan mengatakan bahwa Allah tidak mengabulkan do'a kita. Begitupula ketika kita berdo'a akan sesuatu Allah memberikan sesuatu yang lain dan kita mengatakan Allah tidak mengabulkan do'aku.

Hey kawan, ingatlah bahwa sesungguhnya Allah Maha Berencana akan sesuatu termasuk hidup-matinya kita semua dan kapan do'a kita akan terkabul. Sesungguhnya Allah lebih mengetahui dan bijaksana untuk menentukan kapan dan di mana do'a hamba-Nya tersebut akan Ia kabulkan. Coba lihat kisah pemuda tadi ketika sudah menjelang waktu untuk menyerahkan syarat agar dapat meminang sang perempuan tadi, Allah baru memberikannya sebuah bunga dan seekor kupu-kupu setelah ia merawat pohon kaktus dan seekor ulat tersebut.

"Boleh jadi kamu membenci  sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Q.S. Al-Baqarah:216)

itulah firman Allah di dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu, jangan pernah kita sekali-kali berprasangka buruk kepada Allah. Karena ingat, Allah saja melarang hamba-hamba-Nya untuk saling berprasangka buruk, apalagi berprasangka buruk kepada Tuhan yang menciptakan kita semua.

Dan terakhir ketika kita sudah berdo'a kepada Allah, yang harus kita lakukan adalah berikhtiar (berjuang) agar dapat merealisasikan do'a yang kita panjatkan kepada Allah. Karena, ketika kita hanya berdo'a tanpa berbuat agar do'a tersebut dapat terealisasikan, bagaikan kita berfikir tanpa bertindak yang tidak menghasilkan apa-apa. Ingat, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga kaum itu sendiri yang mengubah nasib mereka dengan tangan mereka sendiri.


Sesungguhnya Allah Maha Mengetahu apa yang terbaik
bagi hamba-hamba-Nya

Wallahu a'lamu

Wassalammu'alaikum

Thursday, August 9, 2012

Ikhlas Itu Ibarat....

Assalammu'alaikum

Kawan, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga sehat selalu ya.

Nah, kali ini aku akan sedikit share tentang ikhlas. Tapi, kali ini aku akan mengilustrasikan ikhlas itu sendiri supaya pada akhirnya kita bisa lebih mengerti apa itu ikhlas. Sebenarnya materi ini pernah aku dapatkan ketika aku masih duduk di bangku Tsanawiyah di sekolahku. Saat itu sedang pelajaran Akhlak di kelasku. Mau tahu ceritanya, check it out.

Ketika kita mendengar kata ikhlas, pasti kita akan menangkap bahwa pengertian ikhlas itu adalah kita melakukan sesuatu murni dari hati kita sendiri tanpa mengharapkan imbalam sedikitpun dari segala sesuatu yang kita lakukan (iya ga?). Yap, ikhlas itu pengertiannya memang seperti itu secara umumnya. Akan tetapi dalam konteks islam, ikhlas secara bahasa adalah sesuatu yang murni yang tidak tercampur dengan hal-hal yang bisa mencampurinya. Sedangkan secara istilah adalah niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Ada juga pendapat lain oleh ulama bahwa ikhlas itu adalah samanya amalan yang dilakukan seorang hamba antara yang nampak dengan batinnya (niatnya). Dapat kita simpulkan bersama bahwa ikhlas itu adalah kita melakukan sesuatu dengan dengan niat mengharap ridha Allah (bukan yang lain) dan melakukannya sesuai dengan niat yang telah kita niatkan.

Nah kawanku, itu tadi adalah sedikit penjelasan tentang ikhlas. Mungkin agak sulit ya bagi kita untuk memahaminya kalau hanya membaca sepintas. Oleh karena itulah aku ingin memberikan sebuah ilustrasi tentang ikhlas supaya menjadi lebih mudah dimengerti oleh kita semua.

Ilustrasi Pertama adalah, pernakah kita membuang gas/(mohon maaf) kentut? Coba kita pikirkan bersama-sama. Ketika kita membuang gas apa yang kita rasakan? Pastinya ada rasa puas karena kita bisa mengeluarkan gas yang bersemayam di dalam perut kita.

Nah permasalahannya adalah.pernahkah ketika kita sudah selesai makan/minum banyak dan saat itupula kita kita membuang gas, terlintas di pikiran kita bahwa tadi aku sudah makan ini-itu, tadi aku sudah minum ini-itu? Pernahkah? Jawabannya tidak. Kita tidak pernah memikirkan hal tersebut, yang penting ketika kita membuang gas, kita mengeluarkannya tanpa pertimbangan dan langsung saja kita keluarkan. Iya ga?

Ilustrasi kedua adalah, ketika kita membuang air kecil/besar

Ada sebuah kasus di mana ketika kita sedang makan malam dengan menu yang sangat mewah. Makanannya ada daging,sate dan lain sebagainya. Bahkan kita memesan jus melon misalnya. Eh, pas pulang ke rumah kita tiba-tiba kebelet nih mau buang air besar. Nah saat kita buang air besar nih, pernah ga sih kita kepikirkan apa saja yang sudah kita makan/minum? Ga pernah kan? Lagi pula, kalaupun sempat kita berfikir "Waduh tadi barusan aja makan sate, kok sekarang udah kebelet kebelakang", tapi pada akhirnya kita memasrahkan diri untuk buang air besar dan setelah itupun kita merasa lega kan? Pokoknya pada saat kita sudah posisi, keinginan kita hanya satu, yaitu keluarnya sang ampas pencernaan di dalam tubuh kita.

Nah, dua kasus diatas sama dengan ikhlas (bukan berarti ikhlas itu=ilustrasi diatas. Hanya mengilustrasikan saja). Ikhlas itu kita lakukan memang benar-benar niat hanya kepada satu tujuan, yaitu mencari ridha Allah. Ingat, segala yang kita lakukan di dunia ini semata-mata adalah untuk mencari ridha Allah. Karena tanpa ridha-Nya, segala yang kita lakukan di dunia ini tidak akan dihitung.

Mudahnya adalah ketika kita minta uang jajan kepada orang tua kita, ketika orang tua kita tidak meridhoi kita untuk mendapatkan uang jajan, maka pada akhirnya juga kita tidak akan mendapatkan uang jajan kan? Oleh karena itu, kita melakukan segala sesuatu agar mendapatkan ridho dari orang tua kita agar diberikan uang jajan seperti membersihkan rumah dan lain sebagainya. Nah  kasus tersebut sama halnya dengan ridha Allah. Kalau kita ingin mencari ridha Allah, lakukanlah segala sesuatu hanya semata-mata supaya Allah benar-benar meridhoi pekerjaan kita agar kita dapat masuk ke dalam surga-Nya (pastinya juga melakukan perbuatan yang diperintahkan oleh-Nya).
Sudah siapkah kita untuk berikhlas?

Kawan, setelah kita mendapatkan sedikit ilustrasi tentang ikhlas, pertanyaannya adalah "apakah kita siap untuk melakukan segala sesuatu dengan ikhlas hanya karena ingin mecari ridho Allah agar dapat masuk ke dalam surga-Nya?" Jawabannya adalah IYA . Mari kita saling berlomba-lomba dalam mencari ridha Allah dengan cara melakukan segala sesuatu yang kita kerjakan dengan ikhlas kepada-Nya.

Terima Kasih

Waallahu A'lam
 
Wassalammu'alaikum

Wednesday, August 8, 2012

THR, Bentuk Implementasi Bersedekah

Assalammu'alaikum

Apa kabar kawan-kawan malam ini, semoga baik-baik saja dan semakin sukses aja nih di setiap harinya.

Kali ini aku akan share sedikit tentang THR atau sering kita kenal dengan Tunjangan Hari Raya yang sudah menjadi kebiasaan kita ketika Idul Fitri (kita memberikan sejumlah uang kepada sanak saudara kita). Ternyata kawan, kebiasaaan THR ini adalah salah satu bentuk implementasi (penerapan)dari perintah Allah yaitu,bersedekah. Mau tahu alasannya? Check it out 

Sedekah yang biasa kita kenal, berasal dari kata bahasa Arab yaitu shadaqoh yang berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu dalam rangka mengharapkan ridha Allah semata.

Banyak sekali ayat Al-Qur'an yang memerintahkan kita (manusia) untuk bersedekah atau menyisihkan sebagian hartanya secara sukarela agar dimanfaat untuk kebutuhan masyarakat umum ataupun kepada fakir dan miskin. Diantaranya, di dalam Surah Al-Baqarah ayat 254dan 267

"Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at[160]. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim." (Q.S 2:254)

"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu." (Q.S 2:267)

Nah, dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa sebenarnya Allah SWT memerintahkan kepada seluruh hambanya untuk menyedekahkan hartanya di jalan Allah semampu kita dalam memberikannya. Akan tetapi, yang menjadi permasalahan adalah ketika kita sampai saat ini, sebagian kita dari kita terkadang masih sulit untuk mengeluarkan sedekah. Tapi tenang saja, ternyata budaya Tunjangan Hari Raya yang biasa kita berikan kepada anak dan sanak kerabat kita adalah salah satu implementasi sedekah. Percaya ga?

Coba kita lihat ya. Ketika Idul Fitri datang menghampiri kita (setelah kita melewati Bulan Ramadhan tentunya), setelah kita melaksanakan Shalat Ied, pastinya sebagian dari kita akan menghampiri sanak kerabat kita yang dekat dari rumah, bahkan adapula yang langsung tancap gas menuju kampung halaman. Pastinya, kita sudah menyiapkan (bagi bapak-bapak/ibu-ibu) segepok uang mulai dari lima ribuan sampai ratusan ribuan yang akan kita berikan kepada sanak saudara kita (setelah memberikan THR kepada anak kita sendiri sebagai tanda penghargaan telah melewati Bulan Ramadhan).

Secara tidak langsung ketika kita sudah meniatkan seperti itu dan pada akhirnya kita memberikan THR kepada sanak kerabat kita, kita sudah melaksanakan sedekah. Karena, ketika kita memberikan THR tersebut kita secara otomatis juga menyisihkan sebagian harta yang kita miliki untuk kita berikan kepada orang lain (dalam hal ini para anak).

Pertanyaannya adalah, apakah ketika kita memberikan THR ini pahalanya sama seperti kita memberikan sedekah? Jawabannya iya. karena seperti yang sudah saya sebutkan diatas tadi.

Tapi pertannyaan kedua adalah, apakah cukup sekali saja kita melakukan sedekah. Yaitu pada saat Idul Fitri? Tentu jawabannya tidak.

Ingat kawan, kita harus selalu bersedekah di manapun dan kapanpun kita berada semampu kita. Ingatlah kawan bahwa sebenarnya sedekah itu tidak hanya dengan harta (uang), akan tetapi bisa dengan yang lainnya. Karena, sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya memerintahkan kita untuk bersedekah sesuai dengan kemampuan kita. Apabila kita tidak memiliki harta banyak akan tetapi kita memiliki ilmu, maka sedekahkanlah ilmu kita kepada orang lain dengan cara mengajarkan ilmu yang kita miliki tersebut. Atau, ketika kita memiliki pengalaman berharga dan bisa menjadi sebuah motivasi, kita ceritakan pengalaman tersebut kepada orang lain agar mendapatkan motivasi persis seperti kita. Karena, pada hakekatnya sedekah adalah kita memberikan sesuatu kepada sesama muslim secara sukarela dengan mengharap ridha Allah (tentunya memberikan sesuatu yang baik).

Masih ragu bahwa sesungguhnya kita bersedekah tidak hanya dengan harta, tapi sesuai dengan kemampuan kita? Mari lihat hadist berikut ini.

Rasulullah pernah bersabda (dalam hadist arbain)

"Apa-apa yangg aku larang untuk kalian semua terhadapnya (larangan tersebut), maka tinggalkanlah.Dan apa yangg aku perintahkan kepada kalian (perintah tersebut), maka kerjakanlah semampu kalian.Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah dibinasakan karena mereka banyak bertanya (segala sesuatu yang sudah jelas) dan mereka memusuhi para nabi mereka."

Dari hadist di atas jelas sekali Rasulullah memerintahkan kepada kita semua untuk menjalankan segala sesuatu yang diperintahkan olehnya sesuai dengan kemampuan kita (termasuk sedekah semampu kita).

Nah, tunggu apalagi nih ayo kita saling berlomba-lomba dalam bersedekah dan pastinya dalam hal-hal yang baik pula. "Dan berlomba-lombalah kamu dalam kebaikkan." Firman Allah SWT di dalam salah satu ayat-Nya di dalam Al-Qur'an.

Ingat, salah satu keutamaan bersedekah/menafkahkan harta kita di jalan Allah salah satunya adalah akan dilipat gandakan harta yang telah kita sedekahkan oleh Allah SWT sangat banyak. Coba saja deh kita pikirkan, pernahkah kita bersedekah dan tiba-tiba ketika kita kehabisan uang tiba-tiba ada aja rezeki datang. Nah itulah keajaiban sedekah.

Mari mulai dari sekarang kita rajin bersedekah
Ok, itu tadi sedikit share dariku. Kalau ada yang salah aku mohon maaf dan bisa dikritisi kok postinganku (karena aku juga masih belajar).

Wallahu A'lamu

Wassalammu'alaikum

Sumber:  
Al-Qur'an Al-Karim
Hadist Arbain
Berbagai sumber

Friday, June 1, 2012

Sajak Dari Seorang Penjaga Warnet

Assalammu'alaikum... Halo semua para pembaca sekalian yang hari ini sedang menikmati waktu istirahat siangnya (bagi yang bekerja) dan waktu liburnya (bagi yang mendapatkan hari libur).


Kembali lagi nih dengan sebongkah tulisan yang akan aku share kepada kalian. Kali ini aku mau share tentang seorang teman (yang baru aku kenal) dan dia seorang penjaga warnet nih. Nah, dia ini ternyata suka sekali membuat sajak dan pernah ikut lomba dan ternyata selalu menang. Penasaran kan? ok check it out



Namanya sih aku kurang tau, soalnya wajar aku baru kenalan hari ini tadi sekitar jam 1 siang ini. Tapi banyak teman-temanku yang kenal dengannya, rata-rata sih mereka manggilnya Mas Abi Semuanya berawal ketika aku masuk ke warnet yang dah jadi base camp keduaku (kalo lagi malas ke base camp pertama). Nah, pas aku masuk ke dalam, tiba-tiba aku dipanggil sama penjaga warnetnya menanyakan FB-nya (karena dia di add sama anak mu'allimin)


"Eh, kamu kenal sama ini ga." Tanya Mas Abi sambil nunjuk ke layar komputer servernya
"Wah mas saya ga kenal. Emangnya kenapa?" jawabku agak penasaran (soalnya kayak sok kenal deh, karena masih kesan pertama)
"Oh, kamu anak mu'allimin ya. Soalnya aku akhir-akhir ini di add anak-anak mu'allimin. Makanya aku nanya ke kamu." Bales Mas Abi Ternyata dan ternyata mau nanyain itu toh.

Ya akhirnya aku langsung masuk aja ke box yang posisinya tepat di depan Mas Abi tadi. Tiba-tiba Mas Abi nih ngajak ngobrol banyak banget dan awalnya sih kayak interogasi gitu (ditanyain asli mana,anak kelas berapa dll). Ternyata, pas udah lewat proses interogasi tersebut, akhirnya Mas Abi cerita kalo dia itu kenal lumayan banyak dengan anak-anak Mu'allimin dan dekat sama mereka. Malahan, ternyata si 'aa ni kenal sama beberapa teman angkatanku karena mereka sering main ke sini dan sering ngobrol sama Mas Abi.

Tapi yang paling bikin aku tertarik adalah ketika Mas Abi ini nyeritain hobinya yang suka buat sajak. Jadi, Mas Abi ni cerita bahwa dulu dia suka banget nulis sajak di multiply (sampai sekarang masih nulis) dan pernah ikut lomba ternyata dan itu selalu menang.

"Dulu itu aku nulis pas ikut lomba itu cuman mau menangin 2 kategori. Tapi, rupanya ga nyangka bisa menang dari semua kategori. kalau ga salah ada 24 kategori waktu pertama aku ikut." Kata si mas Abi

"Tapi, yang ga nyangka itu pernah ikut lomba dan itu ada 40-an kategori dan aku nulis niatnya cuman mau menang 2 kategori dan ternyata hasilnya bisa semua kategori masuk. Malahan setelah itu aku sama panitianya didiskualifikasi dan mereka menyarankan aku jadi juri." tambah Mas Abi Wah, keren banget tuh menurutku bisa nulis sajak yang Mas Abi bilang sih relatif sedikit soalnya cuman nulis sekitar 20 baris dan itupun sedikit tiap barisnya.

Nah, yang keren lagi itu pas aku ditawari lihat blognya dan ternyata isinya full sajak yang keren abis kang. Di akhir sih Mas Abi nanyain, "kamu punya blog kok ga pernah diibukuin. Padahalkan lebih bagus kalau dibukuin daripada dibiarin ada di blog."

Aku sih cuman senyum-senyum aja soalnya sampai sekarang masih belum konsisten buat nulis sesuatu yang ingin aku tuliskan. Meskipun aku juga agak malu sih kok ya awak e dewe ga berusaha nulis. pada hal ya punya waktu luang daripada Mas Abi. Wah, pokoknya hari ini mantep banget nih motivasinya dari Mas Abi (Thank ya Mas :D).

*buat yang mau lihat postingannya bisa buka di sini http://djrendy.multiply.com atau http://dieeppoo.blogspot.com, btw ini dia contoh sajaknya Mas Abi yang menang semua kategori waktu lomba tahun 2010

Tangisan terakhir seorang pelacur

Tetes air mata kembali mengalir

Membentuk anak sungai di kedua belah pipiku

Air mata ini tak berhenti juga

Seakan tak ingin berhenti

Aku yang semakin terpuruk

Lalu ada yang memdekatiku dan bertanya

Kenapa kau menangis ?

Hanya diam yang ku berikan tanpa ada kata-kata yang tak berarti

Hingga aku bertanya

Apa yang tuan tanyakan kepadaku?

Kenapa kau menangis?

Aku ingin berhenti menjadi seorang pelacur

Apakah aku masih bisa?

Kembali air mata ini mengalir dengan derasnya

Diamku tak akan pernah menyelesaikan semua ini

Yang menjadi sebuah pertanyaan dalam hatiku sekarang

Apakah aku bisa berhenti?

Tuhan, dibulan yang suci ini

Aku memohon kepada-Mu untuk membukakan pintu ampunan

Aku ingin kembali lurus

Kejalan yang telah benar dan Engkau ridhoi ya, Tuhan

Kabulkanlah keinginanku dan harapanku ini


Thursday, May 17, 2012

Kata Mutiara Part XVI

Assalammu'alaikum...

Kawan, ini dia bongkahan kita yang baru untuk postingan kali ini. Sama seperti biasa, postingan ini masih di dalam kelompok "Friends Note". Nah, untuk kali ini postingannya tentang 3 cerita yang aku dapatkan dari temanku Ismah. Nah, kali ini dia ngirim sms yang isinya adalah supaya kita bisa bermuhasabah. Mau tahu? So, let's check it out


"Aku cemburu pada mereka yang berani memilih berubah walau perih dan tidak mudah."
"Aku cemburu pada mereka yang istiqomah walau sangat payah."
"Aku cemburu pada mereka yang memiliki cinta-Nya walau teraniaya."
"Aku cemburu pada mereka yang tetap berjuang walau tak berujung senang."
"Aku cemburu pada mereka yang selalu bergerak walau waktu terus mendesak."
"Aku cemburu pada mereka yang apapun bernilai akhirat. Sedangkan aku? Apapun adalah dunia"

Kawan, pernahkah kita mencoba diri untuk mengoreksi diri kita sendiri dalam masalah cemburu? Kita sering kali mencemburui segala hal tentang keduniawian yang ada di dunia. Seperti contohnya adalah ketika kita selalu cemburu ketika kita melihat teman kita memiliki harta lebih,mereka punya banyak uang dan lain sebagainya. Bahkan tidak sedikit dari kecemburuan itu kita sampai kepada berbuat hasad dan dengki.

Pernahkah kita mencoba untuk cemburu kepada hal-hal di atas tadi? jawabannya adalah tidak, meskipun ada sebagian kita yang melakukannya.

Kita kelak kali mengeluh ketika kita diberikan ujian oleh Allah SWT. Padahal, sudah sangat jelas Allah memberikan suatu ujian kepada hamba-hamba-Nya adalah sebagai tanda kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya supaya mereka selalu mengingat Allah di manapun. Terlebih lagi kawanku, ayolah kita cemburu kepada orang-orang di atas tadi karena mereka tetap berani mengambil resiko. Setelah memilih sesuatu mereka akan konsisten melakukannya dengan dasar atas nama Allah (ikhlas) demi mendapatkan ridho dan cinta-Nya. Sehungga ia akan berani dalam bertindak dan segala tindakannya akan selalau mengarahkan dirinya bagaimana caranya supaya ia bisa sukses akhirat dan dunia.

Kawan, oleh sebab itulah, mari kita perbaiki diri kita kembali menjadi isnan yang utama yang diridhoi Allah. Tidak ada kata terlambat dan tidak ada kata susah untuk menjadi orang yang seperti di atas. Karena, sesungguhnya Allah Maha Tahu segala sesuatu yang dilakukan hambanya

Wa Allahu A'alamu...

Wassalammu'alaikum

Friday, February 3, 2012

Kamu Ga Sendirian Di Sini

Assalammu'alaikum...

Hei kawan, sekali lagi kita bertemu dengan beberapa bongkahan tulisan yang akan aku share-kan kepada teman-teman sekalian. Sebelumnya nih, apa kabar kalian semua? Maaf nih, akhirnya aku baru bisa posting baru lagi hari ini. Alasannya apa ya? Bingung deh. Ok kita to the point aja ya... :D

Kali ini aku sedikit bercerita tentang pengalamanku yang sebenarnya sudah lama aku lalui. Tapi sampai sekarang masih kepikiran dan menjadi motivasiku selama ini (hehehe). Nah ini dia

Ok, terkadang kita mengatakan bahwa semua yang ada di dunia ini, baik yang menjadi kewajiban kita menjadi tanggung jawab kita sendiri. Ternyata kawan, semua itu SALAH BESAR!
Aku baru sadar, ketika aku sempat curhat ke temanku yang bernama "latifah". Waktu itu pas lagi libur semester satu, aku bingung skala maksimal ketika aku memikirkan banyak hal. Kenapa? Karena, saati itupula, setelah libur semester aku harus menyiapkan acara yang lumayan besar. Yaitu "Rapat Evaluasi Tengah Periode PR IPM Mu'allimin". Saat itu, aku ben
ar-benar bingung sama ketua 1 dan 2-nya. Karena, sampai sebelum acara ini dilaksanakan, menurutku kami bertiga belum klop sama sekali. Lebih parahnya lagi, menurut pandanganku, teman-teman pimpinan mereka masih kerja serabutan (acak-acakan).

Nah, mulai dari situlah aku merasa ga bisa nahan lagi rasa bingung dan khawatirku. Sampai saat itulah aku nyoba nyari teman buat curhat (karena, kebetulan aku orangnya sedikit tertutup buat ngutarain masalahku sendiri). Nah, dari situlah aku curhat ke Latifah, kalau aku lagi ada masalah seperti yang tadi aku sampaikan. Aku katakan bahwa kok rasanya IPM itu cuman aku sendiri yang mempertanggung jawabkannya. Kok rasanya aku bertanggung jawab atas semuanya dan lain sebagainya.

Akhirnya, Latifah cuman juga ngasih masukk
an dan alhamdulillah nyadarin aku bahwa sebenarnya aku ga sendirian. Dia bilang "dli, kamu itu ga kerja sendirian. Kamu masih punya teman-temanmu yang seangkatan, yang mau share sama kamu, malah di muat sendiri kamu punya banyak teman buat share. Sekarang tinggal kamu aja yang menentukan, apakah semua mau kamu ambil atau ga. Ingat dli, kamu ga kerja sendirian. kamu punya teman" begitu kata Latifah via sms (karena kebetulan aku curhatnya pas lagi di perjalanan menuju jogja).

Setelah itu, akhirnya aku coba saat rapat aku utarakan apa yang menjadi masalahku selama ini. Dan alhamdulillah, ternyata dari ketua sampai semua pimpinan yang berada di bawahku mengatakan "Dli, kamu tolong percaya kepada kami. Mungkin menurutmu tidak seperti yang kamu inginkan, tapi percayakan semua itu pada kami. Karena kami punya job desc masing-masing kan?".

Betul sekali, ketika semua berkata seperti itu, hilang sekejap kegelisahanku tentang itu :D
Nah kawan, mari kita berfikir. Ketika kita ada di dunia ini, kita tidak sendirian. Ketika kita ingin mencapai sesuatu, pastilah ada yang akan mendorong kita dari belakang. Tinggal bagaimana kita mau berusaha untuk membuka diri agar kita tidak sendirian. Ingat, hidup sendiria itu sangat menderita meskipun orang yang tersebut benar-benar ingin sendirian. Tapi ingatlah, ketika seseorang menginginkan kesendirian, bukan berarti dia ingin sendiri. Tetapi, dia belum menemukan seseorang yang bisa menemaninya
"Ibarat aku terlahir di dalam kegelapan dan kamu yang terlahir di dalam cahaya. Ketika kita bersama, aku ibarat langit malam yang begitu gelap, sedangkan kamu ibarat bintang-bintang yang bergemerlapan di malam hari yang membuat langit malam mejadi lebih indah"

Wassalammu'alaikum :D Terkadang kita merasakan sendirian dan menderita,
padahal sesungguhnya tidak seperti itu :D
Thanks to you

Friday, December 2, 2011

Alhamdulillah Aku Bisa

Assalammu'alaikum...

Kawan kembali lagi dengan sebuah bongkahan tulisan tangan yang mana aku akan membagikan kepada kalian semua. Ya kita bisa mengatakan kita akan berbagi kebahagiaan dan lain sebagainya di dalam tulisan ini (tergantung dari mana kita memandangnya).

So, mau tahu nih apa yang akan aku share ke teman-teman sekalian? Ini dia dan kita langsung aja yuk to the point aja...

Nah kawan, hari ini aku akan menceritakan beberapa pengalaman dan kejadian yang mana aku alami selama seminggu ini. Tapi ga semuanya, karena aku rasa aku lebih suka menceritakan apa yang sekiranya bisa menjadi motivasi untuk kita bersama setelah aku share kan kepada teman-teman sekalian.

Nah ini dia. Ga kerasa udah satu minggu yang lalu aku lewati setelah aku ikut lomba debat Bahasa Inggris di Fakultas Teknologi Pertanian UGM (26-27 November kemarin). Menurutku, pada saat itulah sebuah kejutan yang terjadi di dalam hidupku. Aku ga nyangka bisa masuk ke "5 Best Speaker" dari seluruh peserta debat yang ada. Awalnya aku ga nyangka soalnya, dulu pas aku masih kelas 1 Aliyah track record-ku buruk banget. Ga cuman itu sih, ini juga pertama kalinya aku bisa masuk "8 best team" yang maju ke babak final (wiih :D).

Cerita sebelumnya sih, kami cuman dilatih sama Mas Aziz yang mana ia pelatih baru kami dari English Debating Society UGM. Nah, ketika latihan ya karena kami masih baru sama beliau, jadi kami masih agak canggung. Cuman, ketika sudah satu minggu sama Mas Aziz, akhirnya kami mulai asik-asik aja latihan. Nah, berhubung saat itu mosi debatnya prepare (langsung direlease), Mas Aziz bantuin kami buat case dengan cara memberikan kami poin-poin penting serta background debatnya nanti. Wah sumpah, waktu itu agak tegang juga sih, karena aku diamanati jadi first speaker (padahal biasanya aku megang second, berhubung teamku ku kelas 2 sendiri yaudah). Lebih parahnya lagi, pas Mas Aziz ngasih tugas buat case dari poin-poin yang Mas Aziz sampein, aku ga mgerjain semuanya (parah deh) padahal itu tinggal 1 hari lagi. Akhirnya aku semalaman suntuk tak garap. Tapi akhirnya ga selesai semua T.T

Parahnya lagi, pas ketika hari H. Kita berangkat make taksi (berhubung karyawan lagi ada acara semua). Nah pas kami mesan taksi, kami kira taksinya langsung yang Avanza, eh rupanya taksi yang biasa, mana yang berangkat 6 orang (ga kebayang kan? ). Yaudah akhirnya kita sumpek-sumpekan deh berangkat.

Sampai di sana, ternyata kita belum makan. Alhamdulillah kami akhirnya ditemani sama mb'-mb' yang ngerelain nemenin kita makan padahal dia ga makan loh (makasih ya mb' :D). Nah setelah kita kenyang karena sarapan, akhirnya kita mulai deh ke perlombaan. Kami mengutus 2 tim, tapi aku Tim A.

Pas pertandingan pertama dan kedua alhamdulillah timku menang, cuman pas tanding ketiga aja kita kalah. Sedangkan tim B, mereka pertama menang tapi kedua dan ketiga kalah.

Saat itu juga, kami yang tim A juga udah pesimis bisa masuk 8 besar. Eh, pas diumumin 8 besar, kita ga nyangka bisa masuk peringkat 4 (apalagi yang kelas 1). Wah senang banget deh rasanya. Mana lagi pas aku minta peringkat speakernya ditampilin, aku lihat aku ada diperingkat 5. Teman-temanku semuanya di peringkat 35 keatas (meskipun ada satu yang peringkat 69. tapi gapapa).

Tapi...

Semua itu berakhir di putaran pertama babak final. Kita langsung kalah sama SMAN8. Maklum juga sih pas aku nanya ke jurinya. Katanya aku udah pas dan benar nyampaiin argument dan lain sebagainya. Cuman kita kurang respon buat re-battle argumen mereka dan kurang expansion. Tapi ga apalah, buatku itu cukup memuaskan. Apalagi buat yang kelas 1, mesti mereka senang banget (hehehe...)

Ya, itu sih yang terjadi di minggu ini. Sebenarnya ada lagi, tapi lain waktu aku akan ceritakan kepada kalian.

Oh ya, kenapa ya aku bisa masuk 5 besar? Aku juga ga tahu, tapi kalau aku boleh saran semuanya itu dapat dilakukan kalau kita mau usaha. Selama ini sih aku cuman usaha make nyanyi lagu sambil baca liriknya berulang-ulang. Ga tau juga bisa jadi begitu.

Jadi, semua itu ada prosesnya. Tinggal bagaimana kita mau komitmen dengna proses itu. Siap untuk jadi pemenang? Pasti lah!!!!

Wassalammu'alaikum

Thursday, December 1, 2011

Kata Mutiara Part XV

Assalammu'alaikum...

Kawan, ketemu lagi kita dengan sebuah bongkahan tulisan yang akan aku tuliskan disini. Kali ini aku akan berbagi tentang "Friends Note" yaitu beberapa kata yang aku dapatkan dari teman-temanku. So, lets check it out


Nah, untuk "Friends Notes" yang ini, aku diberikan oleh salah seorang dari Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah yaitu Mba' Lufki. Mb' Lufki ini sering jadi tempat kalau aku minta masukkan dan lain sebagainya. Nah. mau tahu pesannya? ini dia...

"Bismillahirrahman Ar-Rahim...
Laki-laki yang baik tidak akan mengucapkankata-kata cinta kepada wanita yang betul-betul ia cintai sebelum adanya ikatan pernikahan apapun bentuknya, bahkan dengan bahasa arab sekalipun ataupun dengan mengatas namakan Allah. Begitu juga sebaliknya. Wanita yang baik tak akan mengucapkan kata cinta kepada lelaki yang dicintainya sebelum akad nikah. Sehingga lelaki dan wanita yang baik selalu berusaha menjaga izzah. Dan marwahnya lelaki yang baik hanya untuk wanita yang baik begitupula wanita yang baik marwahnya hanya untuk lelaki yang baik juga."

Nah loh kawan, kita yang udah pacaran bagaimana tuh? Ya kalau saranku sih ga papa kalau kita dekat dengan seseorang. Karena semua itu hakikat manusia yang membutuhkan kawan dan interaksi. Cuman masalahnya, kalau pacaran nanti kita cuman konsentrasi sama satu orang itu aja. Pas dia pergi, eh kita malah drop ga mau makan dan lain sebagainya malah sampai bunuh diri (masya allah).

Nah daripada kayak gitu, mending berteman dulu aja. Kecuali ketika kita memang sudah siap untuk mengatakan ijab qobul ya monggo hehehe...

So, bersabarlah kawan... :D

Matur suwun ya mb' Lufki :D

Wassalammu'alaikum

Kata Mutiara Part XIV

Assalammu'alaikum...

Kawan, ketemu lagi kita dengan sebuah bongkahan tulisan yang akan aku tuliskan disini. Kali ini aku akan berbagi tentang "Friends Note" yaitu beberapa kata yang aku dapatkan dari teman-temanku. So, lets check it out


Nah, untuk "Friends Notes" yang ini, aku diberikan oleh teman FB-ku sekaligus juga sesama YUI Lovers. Namanya (panggilannya) Ara. Pesan yang dia kirimkan kepadaku, ia namankan "Mutiara Hikmah". Biasanya aku dikirimi ini tiap pagi. Nah mau tahu pesannya? ini dia...

"Assalammu'alaikum...
Teman, Rasulullah SAW bersabda: Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW: Apakah bagian yang terbaik di dalam islam? Rasulullah menjawab: Engkau memberi makan dan salam terhadap orang yang kau kenal maupun yang tidak kau kenal (HR. Bukhori dan Muslim)"

Subhanallah...

Itu tadi sekilas renungan yang diberikan kepadaku tepat sebelum aku berangkat ke madrasah (sekolah)

Terima kasih ukhti... ^^

Wassalammu'alaikum

Kata Mutiara Part XIII

Assalammu'alaikum...

Kawan, ketemu lagi kita dengan sebuah bongkahan tulisan yang akan aku tuliskan disini. Kali ini aku akan berbagi tentang "Friends Note" yaitu beberapa kata yang aku dapatkan dari teman-temanku. So, lets check it out


Nah, untuk "Friends Notes" yang ini, aku diberikan oleh kakak kelasku yang mana dia teman seperjuanganku di IPM. Namanya kak Syafiqul Lathif. Pesan yang dia kirimkan kepadaku, ia namankan "Waqtul Faroghi". Mau tahu pesannya? ini dia...


"Ada sebuah nasehat daru Ubnul Qayyim al-Jauziyah yang bisa kita jadikan renungan untuk kita semua. Ini adalah nasehat beliau

Ciri-ciri kebahagiaan dan keberuntungan seorang hamba adalah:

==> Setiap kali seorang hamba bertambah ilmunya, bertambah pula sifat tawadhu' (rendah hati) dan kasih sayangnya.

Kawan, ketika kita bertambah ilmunya, kita bukan semakin pongah dan sombong. Akan tetapi kita semakin sadar bahwasanya kita itu masih belum memiliki ilmu seluas Allah. Karena hanya Allah-lah yang memiliki segala ilmu.

==> Setiap kali bertambah amalnya, bertambah pula rasa takut dan kewaspadaanya.

Kawan, ketika kita beramal banyak, kita takut bahwa semakin kita banyak beramal maka kita semakin takut suatu saat kita akan membanggakan apa yang kita lakukan. Sampai pada akhirnya kita melakukan sesuatu karena ingin dianggap bahwa kita punya.

==> Setiap kali umurnya bertambah tua, maka berkuranglah kerakusannya terhadap dunia"

Kawan, semakin kita tua maka semakin dekat pula lah maut menjemput. Oleh karenanya, semakin kita tua, selayaknyalah kita seharusnya mempersiapkan diri kita untuk menghadapi kematian yang kita tidak ketahui kapan datangnya kematian tersebut.

Itulah pesan dari Kak Syaafiq di dalam "Waqtul Faroghi part 50"

Jazakallahu Khairan

Wassalammu'alaikum