.quickedit{ display:none; }
Showing posts with label Lebaran. Show all posts
Showing posts with label Lebaran. Show all posts

Wednesday, August 8, 2012

THR, Bentuk Implementasi Bersedekah

Assalammu'alaikum

Apa kabar kawan-kawan malam ini, semoga baik-baik saja dan semakin sukses aja nih di setiap harinya.

Kali ini aku akan share sedikit tentang THR atau sering kita kenal dengan Tunjangan Hari Raya yang sudah menjadi kebiasaan kita ketika Idul Fitri (kita memberikan sejumlah uang kepada sanak saudara kita). Ternyata kawan, kebiasaaan THR ini adalah salah satu bentuk implementasi (penerapan)dari perintah Allah yaitu,bersedekah. Mau tahu alasannya? Check it out 

Sedekah yang biasa kita kenal, berasal dari kata bahasa Arab yaitu shadaqoh yang berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu dalam rangka mengharapkan ridha Allah semata.

Banyak sekali ayat Al-Qur'an yang memerintahkan kita (manusia) untuk bersedekah atau menyisihkan sebagian hartanya secara sukarela agar dimanfaat untuk kebutuhan masyarakat umum ataupun kepada fakir dan miskin. Diantaranya, di dalam Surah Al-Baqarah ayat 254dan 267

"Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at[160]. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim." (Q.S 2:254)

"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu." (Q.S 2:267)

Nah, dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa sebenarnya Allah SWT memerintahkan kepada seluruh hambanya untuk menyedekahkan hartanya di jalan Allah semampu kita dalam memberikannya. Akan tetapi, yang menjadi permasalahan adalah ketika kita sampai saat ini, sebagian kita dari kita terkadang masih sulit untuk mengeluarkan sedekah. Tapi tenang saja, ternyata budaya Tunjangan Hari Raya yang biasa kita berikan kepada anak dan sanak kerabat kita adalah salah satu implementasi sedekah. Percaya ga?

Coba kita lihat ya. Ketika Idul Fitri datang menghampiri kita (setelah kita melewati Bulan Ramadhan tentunya), setelah kita melaksanakan Shalat Ied, pastinya sebagian dari kita akan menghampiri sanak kerabat kita yang dekat dari rumah, bahkan adapula yang langsung tancap gas menuju kampung halaman. Pastinya, kita sudah menyiapkan (bagi bapak-bapak/ibu-ibu) segepok uang mulai dari lima ribuan sampai ratusan ribuan yang akan kita berikan kepada sanak saudara kita (setelah memberikan THR kepada anak kita sendiri sebagai tanda penghargaan telah melewati Bulan Ramadhan).

Secara tidak langsung ketika kita sudah meniatkan seperti itu dan pada akhirnya kita memberikan THR kepada sanak kerabat kita, kita sudah melaksanakan sedekah. Karena, ketika kita memberikan THR tersebut kita secara otomatis juga menyisihkan sebagian harta yang kita miliki untuk kita berikan kepada orang lain (dalam hal ini para anak).

Pertanyaannya adalah, apakah ketika kita memberikan THR ini pahalanya sama seperti kita memberikan sedekah? Jawabannya iya. karena seperti yang sudah saya sebutkan diatas tadi.

Tapi pertannyaan kedua adalah, apakah cukup sekali saja kita melakukan sedekah. Yaitu pada saat Idul Fitri? Tentu jawabannya tidak.

Ingat kawan, kita harus selalu bersedekah di manapun dan kapanpun kita berada semampu kita. Ingatlah kawan bahwa sebenarnya sedekah itu tidak hanya dengan harta (uang), akan tetapi bisa dengan yang lainnya. Karena, sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya memerintahkan kita untuk bersedekah sesuai dengan kemampuan kita. Apabila kita tidak memiliki harta banyak akan tetapi kita memiliki ilmu, maka sedekahkanlah ilmu kita kepada orang lain dengan cara mengajarkan ilmu yang kita miliki tersebut. Atau, ketika kita memiliki pengalaman berharga dan bisa menjadi sebuah motivasi, kita ceritakan pengalaman tersebut kepada orang lain agar mendapatkan motivasi persis seperti kita. Karena, pada hakekatnya sedekah adalah kita memberikan sesuatu kepada sesama muslim secara sukarela dengan mengharap ridha Allah (tentunya memberikan sesuatu yang baik).

Masih ragu bahwa sesungguhnya kita bersedekah tidak hanya dengan harta, tapi sesuai dengan kemampuan kita? Mari lihat hadist berikut ini.

Rasulullah pernah bersabda (dalam hadist arbain)

"Apa-apa yangg aku larang untuk kalian semua terhadapnya (larangan tersebut), maka tinggalkanlah.Dan apa yangg aku perintahkan kepada kalian (perintah tersebut), maka kerjakanlah semampu kalian.Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah dibinasakan karena mereka banyak bertanya (segala sesuatu yang sudah jelas) dan mereka memusuhi para nabi mereka."

Dari hadist di atas jelas sekali Rasulullah memerintahkan kepada kita semua untuk menjalankan segala sesuatu yang diperintahkan olehnya sesuai dengan kemampuan kita (termasuk sedekah semampu kita).

Nah, tunggu apalagi nih ayo kita saling berlomba-lomba dalam bersedekah dan pastinya dalam hal-hal yang baik pula. "Dan berlomba-lombalah kamu dalam kebaikkan." Firman Allah SWT di dalam salah satu ayat-Nya di dalam Al-Qur'an.

Ingat, salah satu keutamaan bersedekah/menafkahkan harta kita di jalan Allah salah satunya adalah akan dilipat gandakan harta yang telah kita sedekahkan oleh Allah SWT sangat banyak. Coba saja deh kita pikirkan, pernahkah kita bersedekah dan tiba-tiba ketika kita kehabisan uang tiba-tiba ada aja rezeki datang. Nah itulah keajaiban sedekah.

Mari mulai dari sekarang kita rajin bersedekah
Ok, itu tadi sedikit share dariku. Kalau ada yang salah aku mohon maaf dan bisa dikritisi kok postinganku (karena aku juga masih belajar).

Wallahu A'lamu

Wassalammu'alaikum

Sumber:  
Al-Qur'an Al-Karim
Hadist Arbain
Berbagai sumber

Mudik Aman, Lebaranpun Puas

Assalammu'alaikum

Gimana nih kabar teman-teman semua? Semoga aja sehat selalu ya :D

Nah, kali ini kita kembali lagi dengan bongkahan tulisan yang baru dan pastinya menarik untuk dibaca oleh teman-teman semua.

Kali ini aku akan sedikit share seputar mudik/pulang kampung yang sudah menjadi kebiasaan kita semua. Tapi, aku sekarang akan berbagi tips bagaimana supaya ketika kita meninggalkan rumah dalam keadaan mudik, rumah tetap dalam keadaan aman. Karena, ga sedikit lo kasus pencurian yang terjadi ketika mudik karena rumah yang ditinggal kosong. Mau tahu tipsnya? check it out

1. Pastikan semua peralatan listrik tidak terpasang ke aliran listrik/dalam keadaan mati

Ketika kita hendak mudik. hendaknya kita mencabut semua peralatan-peralatan elektronik (baik kulkas,TV dan lain sebagainya) yang tersambung ke aliran listrik. Kenapa?

Pertama, sebagai langkah penghematan listrik. Eh, jangan dianggap remeh loh. Setiap listrik yang kita pakai setiap waktunya pasti akan dihitung meskipun karena ketika aliran listrik tersambung ke alat-alat elektronik, pastinya PLN akan mengira kita sedang menggunakan listrik tersebut. Jangan sampai ketika kita meninggalkan rumah, eh pas balik dari mudik rekening listriknya ternyata banyak banget hanya karena kita lupa/tidak mencabut semua peralatan elektronik yang masih tersambung dengan aliran listrik.

Kedua, sebagai bentuk pencegahan terjadinya arus pendek yang dapat memicu kebakaran. kita ga pernah tahu loh apa yang terjadi di dalam rumah ketika kita meninggalkan rumah saat mudik. Bisa aja ketika kita mudik, ada peralatan elektronik yang tiba-tiba konslet karena kabelnya digigit tikus (misalnya) dan akhirnya terjadi arus pendek dan terjadilah kebakaran.

2. Pastikan semua akses untuk masuk ke dalam rumah (termasuk pintu kamar) terkunci rapat (baik pintu depan,belakang ataupun jendela)

Meskipun ini sepele, tapi ini harus sangat diperhatikan. Ketika kita hendak mudik, semua akses masuk ke dalam rumah haruslah terkunci dengan rapat. Kalau perlu diberi gembok untuk pintu rumah. Kenapa?

Karena, dengan menutup semua akses masuk ke dalam rumah, ini akan meminimalisir kemungkinan kejadian pencurian. Meskipun pencuri tersebut lihai dalam menjebol kunci rumah, kalau kita memasang keamanan yang maksimal seperti gembok, pastinya akan membutuhkan waktu lama bagi si pencuri

pastikan rumah dalam keadaan aman
3. Hentikan langganan koran/majalah sementara

Ketika hendak mudik, segera hentikan langganan koran ataupun majalah untuk sementara waktu sampai kita kembali ke rumah. Karena, koran ataupun majalah yang menumpuk pastinya akan memancing orang untuk melakukan niat jahat terhadap rumah kita karena koran yang bertumpuk di depan rumah, menandakan bahwa rumah tersebut dalam keadaan kosong.

Oleh karena itulah, hentikan langganan koran ataupun majalah sementara waktu sampai anda kembali ke rumah tercinta.

4. Matikan semua lampu rumah, kecuali lampu teras

Sepele, tapi sangat penting. Ketika mudik, hendaknya kita matikan semua lampu rumah sebagai bentuk penghematan. Akan tetapi, untuk yang satu ini harus dilakukan. Yaitu, tetap menyalakan lampu teras. Kenapa?

Karena ketika rumah kita tinggalakan sedangkan lampu teras tidak menyala, hal tersebut akan menandakan bahwa rumah sedang dalam keadaan ditinggal oleh pemiliknya (apalagi malam hari). Sebaliknya, ketika kita tetap menyalakan lampu teras ketika kita meniggalakna rumah, maka akan menimbulkan kesan bahwa ada penghuninya di rumah tersebut.

5. Titipkan kunci kepada tetangga terdekat dan terpercaya dan mintalah untuk mengecek rumah anda semingu dua-tiga kali

Minta bantuanlah kepada tetangga terdekat dan terpercaya anda untuk mengecek keadaan rumah selama kita meninggalkan rumah dengan cara menitipkan kunci rumah kita (cukup kunci rumah, bukan yang lain).

Karena, dengan hal tersebut kita bisa mendapatkan laporan dari tetangga kita tentang apa saja yang terjadi di rumah (entah ada kebocoran gas atau kejadian lainnya). Mintalah bantuan juga seperti pekerjaan rumah yang ringan-ringan saja seperti menyiram tanaman/membersihkan teras ataupun memberikan kabar kepada tamu yang sedang berkunjung ke rumah anda. Akan tetapi jangan lupa, ketika anda sudah pulang ke rumah jangan lupa berikan buah tangan kepadanya sebagai tanda terima kasih atas bantuan yang ia berikan kepada kita.

Oh ya, jangan lupa juga kabarkan kepada ketua RT bahwa kita sedang meninggalkan rumah supaya ketika ronda malam akan diberikan prioritas lebih untuk diawasi oleh yang berjaga saat ronda malam warga.

6. Cabut selang gas

Sebagai langkah pencegahan supaya tidak terjadi kebocoran gas karena selang gas yang digigit oleh tikus. 


Nah, mungkin itu sedikit tips yang saya dapatkan dan saya ringkas supaya lebih mudah dimengerti. Pada intinya, boleh saja kita melaksanakan mudik, akan tetapi jangan sampai karena kita mudik terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan seperti kecurian,kebakaran dan lain sebagainya.

Semoga yang sedang melaksanakan mudik hari ini dan seterusnya selamat sampai tujuan dan rumah dalam keadaan aman (jangan lupa oleh-olehnya ya, heheheh :) )

Wassalammu'alaikum

Sumber tulisan: Dari segala sumber