.quickedit{ display:none; }

Thursday, May 17, 2012

Kenagan Akhir Dari Debat

Assalammu'alaikum

Hey kawan semuanya, kembali lagi nih kita dengan sebuah bongkahan tulisan yang baru yang mana aku ingin sekali menceritakannya kepada kalian semua tentang ini.

Mau tahu nih ceritanya tentang apa? Jadi kali ini aku akan bercerita kepada kalian semua tentang yang namanya debat. Mungkin semuanya belum tahu kalau aku di sekolah alhamdulillah masih bisa dikatakan aktif dalam komunitas debat yang namanya Englush Debating Socuety of Mu'allimin (yang ngelatih langsung dari UGM lo). Nah,komunitas ini berisikan anak-anak aliya/SMA yang mereka benar-benar ingin mengeksplorasikan kemampuna mereka dalam berfikir logis,kreatif dan kritis.

Itu sih sekilas tentang komunitas ini. Tapi, kali ini aku tidak akan bercerita tentang komunitas ini. Akan tetapi, aku ingin sekali berbagi bahwa hari ini adalah hari terakhirku dalam mengikuti lomba dan aktif di dalam komunitas ini. Nah, mau tau nih ceritanya? yuk kita to the point aja :D


Alhamdulillah hari ini aku bersama 3 orang temanku bisa ikut lomba debat yang menurut kami adalah lomba terakhir bagi kami di tahun ini. Karena, setelah lomba ini, kami sudah konsen ke acara yang akan kami adakan. Terlebih lagi aku yang besok akan duduk di kelas 3 SMA (doakan ya :D), di tahun depan sudah tidak bisa aktif seperti dulu lagi.

Nah, hari ini kami mengikuti lomba debat Bahasa Inggris di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Sebenarnya ada yang menarik pada kompetisi kali ini. Soalnya sistem debat yang akan dipakai menggunakan sistem yang jarang digunakan oleh anak-anak SMA. Sebenarnya sih aku ikut kompetisi ini ada satu harapan, setidaknya aku bisa pulang ke asrama bawa best speaker bahkan kalau bisa aku dan teman-temanku yang berangkat bisa menang di kompetisi kali ini. Akan tetapi, ternyata langkah kami tidak mudah lo kalau ingin menjadi sang juara.

Aku masih ingat bagaimana perjalanan kami di dalam fase grup agar bisa masuk ke babak final. Tapi, yang paling teringat adalah ketika aku masuk ke babak kedua di fase grup. Saat itu aku bersama temanku Royna sebagai tim dari Mu'allimin melawan SMA9,MUHI dan SWING TEAM yang mana disana isinya benar-benar para dewa (kemampuan bahasa dan debanya). Nah diruangan ini kami mendebatkan tentang bahwa Indonesia itu akan menjadi lebih baik tanpa adanya eksistensi organisasi keagamaan (ini hanya sekedar lomba dan tidak ada keterkaitannya dengan apapun), dan tim-ku mendapat tim pro (nah lho modar).

Pas kami lagi case bulding selama 15 menut, rasanya aku dan temanku ini seperti dikejar waktu untuk membuat argumen bagaimana supaya bisa menang. Akhirnya dengan segala ide yang ada, aku dan temanku ini pun siap pas waktu sudah selesai dan debat akan dimulai.

Di sinilah kenangan itu terbentuk dan tidak akan hilang selamanya bagiku sendiri. Karena, selama kurang lebih 1 jam lebih kami berdebat diantara keempat tim, aku merasakan betapa asiknya debat di ruangan ini. Kenapa? Aku juga ga tahu kenapa kok pas aku maju ke depan podium, aku kok bisa lancar ngomong dari awal sampai akhir. Tapi yang paling penting adalah, ketika aku merasakan bahwa debat di ruangan ini terasa sangat hidup dan dinamis sekali ketika tim pro/kontra membawa argumen, pasti selalu aja ada yang minta interupsi. Terlebih lagi, ketika kita menyampaikan bantahan rasanya plong banget deh.

Tapi sayang, ketika di room itu aku dan temanku mendapatkan peringkat 3. Terlebih lagi ketika masuk babak akhir dari fase grup, kami harus dekeng di posisi 3 lagi dan tidak bisa maju ke babak final dan akhirnya kami pulang dengan sedikit kepuasan.

Ya itulah yang sekiranya bagiku tidak bisa dilupakan karena I LOVE DEBATE AND I ENJOY IT BECAUSE DEBATE IS A GAME AND DEBATE IT WAS UNPREDICTABLE :D

Wassalammu'alaikum

*For all debaters, thank you very much for our relationship. Hope we can meet again in other chances :D

0 comments:

Post a Comment