.quickedit{ display:none; }

Thursday, July 19, 2012

Travelling to Baitullah (Start)

Assalammu'alaikum

Apa kabar hari ini sembari tidak terasa sebentar lagi kita akan melaksanakan puasa di Bulan Ramadhan yang agung (meskipun ada yang berbeda dalam memulainya). Nah, kali ini aku akan share pengalamanku ketika alhamdulillah kemarin diberangkatkan oleh orang tuaku untuk berkunjung (umrah di baitullah). Yuk kita simak..


Sebenarnya awalnya aku ga tahu sama sekali kalau liburan semester kali ini aku diberangkatkan umroh oleh orang tuaku. Soalnya, dari awal aku sudah niat mau menghabiskan liburan di rumah saja. Akan tetapi, kata ayahku mumpung tahun ini tidak terlalu padat waktuku dan ada rezeki kenapa tidak berangkat umrah saja (dan pada akhirnya pun aku mengambil tawaran tersebut). Tapi aku tidak akan bercerita banyak apa yang aku lakukan di sana. Aku hanya bercerita apa saja yang ada di sana :D

Sebenarnya ada satu hal yang aku khawatirkan ketika akan berangkat umrah, yaitu nyasar. Soalnya aku berangkat ke sana tanpa ditemani siapapun (alias sendiri). Ketika di rumah aku sempat nanya, "pa, kalau semisal aan nyasar gimana?" dengan santai ayahku cuman menjawab "Ya tinggal tanya aja sama orang sana, hehehe.".

Alhasil,  aku pun berangkat dari rumah pukul 5 pagi (setelah shalat shubuh) ke bandara karena pukul 9 kita harus berkumpul di bandara untuk mengurusi bagian imigrasi. Nah, setelah kami selesai mengurus bagian imigrasi barulah kami masuk ruang tunggu dan berangkat pada pukul 1 siang.

*Nah, di sinilah aku ketemu dengan keluarga angkatku selama umrah. Jadi di satu rombonganku ada satu keluarga yang berangkat umrah. Nah kebetulan aku dari awal selama perjalanan menuju ruang tunggu ngorbrol terus dengan salah satu anggota keluarganya namanya Mas Kevin dan Mas Fajar. Dari situlah aku selama umrah bisa dekat dengan keluarga mereka. Karena aku juga selama umrah ngekor terus dengan mereka.

Kita kembali ke alur cerita :D

Perjalanan kami tempuh selama 10 jam dan kami transit dulu di Riyadh selama 4 jam. Tapi jangan dikira, di sana waktunya lebih lambat 4 jam dari Indonesia (makanya sampai di sana masih siang hari).Setelah kami transit di Riyadh selama 4 jam, akhirnya kami bisa melanjutkan perjalan ke Jeddah yang ditempuh selama kurang lebih 1 jam. Yang menarik adalah ketika perjalanan ke Jeddah. Setiap tempat kursi yang kami duduki ternyata ada tempat buat USB (jadi bisa dengerin musik deh).

Setelah kami sampai di Jeddah (sekitar 11 malam), langsung saja kami berangkat naik bis yang sudah menunggu di sana untuk menuju Kota Madinah. Di sinilah ujian pertamaku ketika umrah. Karena ketika kami sedang shalat di sebuah masjid, ternyata jam tanganku ketinggalan di tempat wudhu dan aku baru sadar ketika sudah jauh dari masjid tersebut. Masyaallah, pikirku kok bisa ketinggalan. Alhasil ya aku berdiam saja mungkin itu ujian pertamaku selama umroh ini, karena pemimpin rombonganku (Ust Hasnul namanya) mengatakan di awal-awal bahwa kunci dari sukses dan tidaknya perjalanan dan ibadah kita adalah sabar. Karena, ketika kita tidak sabar maka ketidaksabaran itulah yang akan membuat kita celaka.

Akhirnya perjalananpun berlanjut sampai pada akhirnya kita sampai di Kota Madinah.

Bersambung, Wassalammu'alaikum....

*Ini beberapa foto yang aku ambil selama perjalaan Jeddah-Madinah


Kondisi Bandara di Riyadh (gambar atas dan bawah)


Subhanallah Matahari terbit :)



Friday, June 22, 2012

Shot On Camera 1

Assalammu'alaikum

Kawan, kembali lagi nih kita dengan bongkahan tulisan yang baru. Akan tetapi kali ini aku akan memposting suatu hal yang berbeda dari biasanya. Aku akan memposting hasil fotografiku yang mana telah menjadi hobiku (meskipun ga terlalu pandai).

Untuk lokasinya aku mengambil di Pantai Depok, DIY saat itu sedang perpisahan kamar. Ada yang penasaran dengan hasil jepretanki? check it out






Lihat ada yang berlari menghidari ombak (foto kiri).
Bolapun sampai dilahap juga sama si air asin (foto tengah)

Bermain ombak bersama (foto kanan)






ayo foto bersama :D








Ombaknya kang, gede banget






Para boyband kita (hehehehe)



Nah, itu tadi masuh yang umumnya. Yang ini sih kita foto mereka satu-satu para penantang ombak (jreng!!!!)











































Wednesday, June 20, 2012

BIARKAN AKU BERTERIAK

Assalammu'alaikum

Halo, kawan kembali lagi nih dengan sebuah tulisan yang baru. Tapi kali ini aku hanya menulis agak sedikit simple. Karena pada dasarnya aku hanya ingin berteriak

"AKU INGIN BERUBAH DAN AKU TAHU AKU BISA. AKU IRI MELIHAT MEREKA YANG SELANGKAH LEBIH MAJU DIBANDINGKAN DIRIKU SAAT INI. AKU IRI INGIN MENJADI SEPERTI MEREKA. TAPI AKU YAKIN, SEKEDAR PERASAAN TIDAK AKAN MERUBAHNYA. BERUBAH DARI SEKARANG DAN LAKUKAN,LAKUKAN DAN LAKUKAN HINGGA ENGKAU MERASA SUDAH TIDAK ADA LAGI YANG BISA KAU BAGIKAN. MAJU DAN LANGKAHI MEREKA KEMBALI"

Ya, aku agak iri sih ketika aku melihat blog teman-temanku ketika aku sedang blogwalking. Yang paling membuatku menganga adalah ketika aku membuka blog salah seorang temanku yang mana dulu dia sering banget gonta-ganti template dan lain sebagainya. Bahkan ga sedikit aku sering bantu dia buat ngembangin blognya.

Awalnya sih cuman aku lihat cuman biasa-biasa aja, tapi ketika aku buka blognya lagi ternyata tampilan dan lain sebagainya sudah berkembang sangat pesat dan rasanya aku sudah terlangkahi olehnya.

Ok lah, ayo kita saling berjuang dan semakin lebih baik. oleh karenanya aku berani berteriak di sini (karena kalau di dunia nyata sudah pasti aku akan dikejar-kejar orang, hehehe)


"AKU INGIN BERUBAH DAN AKU TAHU AKU BISA. AKU IRI MELIHAT MEREKA YANG SELANGKAH LEBIH MAJU DIBANDINGKAN DIRIKU SAAT INI. AKU IRI INGIN MENJADI SEPERTI MEREKA. TAPI AKU YAKIN, SEKEDAR PERASAAN TIDAK AKAN MERUBAHNYA. BERUBAH DARI SEKARANG DAN LAKUKAN,LAKUKAN DAN LAKUKAN HINGGA ENGKAU MERASA SUDAH TIDAK ADA LAGI YANG BISA KAU BAGIKAN. MAJU DAN LANGKAHI MEREKA KEMBALI"


Wassalammu'alaikum :D

What We Have Today part I

Assalammu'alaikum

Hello guys, kembalu lagi nih dengan bongkahan tulisan yang baru. Sebelumnya, apa kabar kalian semua sekarang dan buat yang baru selesai Ujian Kenaikan Kelas, gimana ujiannya selama satu/dua minggu ini?

Ok, postingan kali sebenarnya sih cuman share aja sih ke pembaca sekalian. Di sini aku akan berbagi tentang beberapa kata-kata mutiara yang kubuat sendiri baik di status FB,Twitter dan media lainnya. Harapanku sih cuman satu, yaitu semoga dengan disharenya tulisan ini kita semua bisa lebih mendapatkan motivasi ketika melakukan apapun. Ga usah lama-lama, kita to the point aja yuk



Nah, kali ini aku mendapatkan kata-kata ini sebenarnya ketika sedang dengerin lagu "Michi To You All", OST. Naruto yang dinyanyikan oleh Aluto (pada kenal ga). Ya, sudah menjadi kebiasaanku sih ketika dengerin lagu yang enak, tiba-tiba aja melintas kata-kata yang mungkin kita bisa aku bagikan.

"Melupakan apa yang telah terjadi di masa lalu bukanlah sebuah masalah bagi kita. Akan tetapi, yang akan menjadi masalah adalah ketika kita sudah membuang masa lalu kita sehingga kita lupa dari mana awal perjalanan kita selama ini."

Kawan, kerap kali kita ketika mengingat masa lalu (terutama masa lalu yang menyakitkan bagi kita), kita sering merasakan sesak di dada karena menyesal atau lain sebagainya. Sehingga kerap kali ketika kita sudah mulai mengingat masa lalu, kita ingin sekali membuangnya dan bahkan melupakannya dan secara tidak langsung akan merubah kepribadian kita di masa yang akan datang. Memang sih, masa lalu yang menyakitkan itu ketika kita ingat-ingat kembali hanya akan menjadi sesak di dada. Akan tetapi, yang menjadi masalah adalah jangan sampai kita membuang masa lalu kita.

Ingatlah kawan, masa lalu itu menjadi sebuah awal ketika kita lupa dari mana kita berasal. Ingatkah kita ketika kita belajar Sejarah di sekolah? Kita yang pada awalnya tidak tahu apa itu Indonesia lama kelamaan kita menjadi tahu masa lalu Indonesia baik masa-masa keemasannya ataupun masa suramnya. Bahkan kita bisa mengetahui bagaimana perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia yang mana sampai sekarang masih bisa kita nikmati. Sehingga jangan kita ketika banyak orang-orang yang berjasa kepada Indonesia saat ini karena mereka mengerti masa lalu Indonesia baik itu suka ataupun duka.

Itu hanya terjadi ketika kita benar-benar menghayati sejarah/masa lalu. Bayangkan apabila kita tidak pernah belajar sejarah, ataupun ketika kita mempelajarinya kita benar-benar melupakannya? Pastinya kita tidak akan pernah menganggap Indonesia itu ADA! Aku yakin ketika kita ditanyakan oleh orang lain apa itu Indonesia, kita pasti akan mengatakan "Indonesia itu makanan apa?". Itu kalau kita melupakan masa lalu.

Ingat, ketika Sukarno mengatakan JAS MERAH (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah)? Harapan beliau adalah jangan sampai kita melupakan sejarah Indonesia. Karena ketika kita melupakan sejarah/masa lalu, maka kita tidak akan tahu kapan dan di mana kita harus start kembali ketika kita kehilangan arah.

Kawan, kasus di atas serupa dengan kasus yang kita hadapi. Ketika kita sudah benar-benar membuang masa lalu kita sendiri, nantinya kita akan terombang-ambing ketika kita harus memulainya kembali. Apa yang salah dari masa lalu yang menyakitkan? Bukankah masa lalu itu adalah sabuah pelajaran yang harus kita ambil hikmahnya dan dilanjutkan dengan segala perbaikkan dan perubahan ke arah yang lebih baik.

Ketika kita melupakan masa lalu, lantas kita mau berbuat apa? Ketika kita ingin melakukan sesuatu, pastinya masa lalu akan menjadi pengalaman bagi kita semua sehingga akan menjadi pegangan kita ketika akan melakukan sesuatu yang baru di kemudian hari.

Kawan, aku sudah merasakan hal ini lebih dulu. Mungkin ini sedikit egois dan sombong. Dahulu aku suka sekali menulis puisi dan sangat mudah sekali membuat puisi yang menurutku maknanya dalam. Padahal, sejak SD aku tidak pernah suka dengan pelajaran yang membahas puisi. Tiba-tiba, ketika aku SMP aku suka sekali menulis puisi dan bahkan sering kali aku membaca puisi-puisi orang lain dan aku memiliki cita-cita untuk dapat menjadi seperti Taufik Ismail.

Aku dapatkan semangat itu sejak aku berkenalan dengan seorang teman akhwat di Facebook. Ketika itu, kami sering berbagi cerita dan banyak sekali. Ketika aku menulis sebuah puisi di catatan Facebook, ia selalu aku add dan bahkan kami saling bertukar komentar, sampai-sampai aku sempat ada rasa ke akhwat tersebut, Akan tetapi, aku memang belum mau pacaran.

Semua berubah ketika di Facebook aku mengomentari sebuah status yang mana aku comment dengan kata-kataku sendiri. Status tersebut ternyata sebuah lagu dan aku melanjutkan lagu itu tapi dengan bahasaku sendiri. Dari situlah kemungkinan orang tersebut suka terhadap tulisan-tulisanku. Sampai suatu hari, akhwat yang aku senangi itu memberitahuku ada temannya (yang membuat status tadi) yang suka kepadaku.

Ketika kutanya siapa, dia hanya menjawab itu urusan privasi. Sebenarnya aku sudah tahu orang yang ia maksud itu adalah siapa. Tapi, aku belum berani untuk menanyakan langsung kepada orang tersebut. Sampai pada akhirnya aku putuskan untuk langsung menanyakan kepadanya.

Saat itu aku masih ingat hari Jum'at ba'da shalat jum'at aku langsung menuju warnet dan ternyata dia sedang online posisinya. Awalnya sih aku cuman ngobrol biasa aja, tapi ketika sudah agak lama aku langsung tanya ke dia tentang perasaannya. Ya, dia langsung menjawab dengan agak kaget kenapa aku nanya perasaannya kepadaku yang sebenarnya ia hanya memberi tahu kepada akhwat yang sering aku ajak ngobrol tersebut. Dia menyangkan bahwa akhwat tadi membocorkan rahasianya kepadaku, padahal tidak.

Tak lama berselang, akhwat ini online dan langsung bertanya kepadaku apa yang telah aku katakan kepada anak tadi (karena rupanya dia menangis setelah aku nanya seperti itu). Ya aku menjawab apa adanya saja, karena aku ga mau masalahnya bakalan jadi panjang kalau aku tidak mengatakannya dari awal.

Ternyata, apa yang telah aku perbuat membuat hubungan antara akhwat dengan anak tadi semakin jauh. Padahal mereka berdua adalah teman dekat. Di akhir, si akhwat berkata bahwa mulai sekarang aku dengan si akhwat jangan terlalu dekat lagi (malah menurutku sepertinya dia marah dan ga mau lagi ngobrol lagi). Dari sinilah aku merasa bersalah atas masalah tersebut. Sampai-sampai rasanya seperti dihantam palu saat itu.

Dari situlah aku merasa, sebenarnya aku membuat puisi ini untuk siapa dan karena apa? Setelah kupikirkan,  ternyata aku menulis puisi hanya karena dirinya, bukan lain. Dari situlah ketika aku ingin menulis puisi, rasanya seperti teringat ke masa lalu dan dari situlah aku mulai menyatakan berhenti menulis puisi.

Tapi, ternyata itu salah. Sampai saat ini aku oleh ibuku dimasukan ke dalam sebuah grup menulis yang bernama Forum Aktif Menulis dan aku sudah mulai menjadi anggotanya. Akan tetapi, perasaan itu masih saja muncul ketika aku ingin menulis. Dan sampai sekarang aku masih belum menemukan jawaban bagaimana caranya supaya aku bisa melupakan hal itu. AKU INGIN BEBAS DARI BEBAN YANG MENGEKANGKU. Tapi, BAGAIMANA CARANYA?

Sekarang, aku sedang mencoba untuk menulis puisi kembali, tapi aku tidak ingin ingatan tersebut kembali lagi ketika aku menulis puisi. Aku hanya ingin jangan sampai karena masa laluku, aku berhenti menulis.

Kawan, mungkin itu adalah sepengggal kisah pengalamanku yang mungkin bisa aku bagikan kepada kalian. Pada intinya adalah, jangan sampai sebuah masa lalu yang menyakitkkan membuat kita melupakan segala sesuatu yang telah kita lakukan di dalam hidup kita. Ambillah positifnya dan buang negatifnya..

Are You Ready To Change? Yes We Believe We Can :D

Friday, June 1, 2012

Sajak Dari Seorang Penjaga Warnet

Assalammu'alaikum... Halo semua para pembaca sekalian yang hari ini sedang menikmati waktu istirahat siangnya (bagi yang bekerja) dan waktu liburnya (bagi yang mendapatkan hari libur).


Kembali lagi nih dengan sebongkah tulisan yang akan aku share kepada kalian. Kali ini aku mau share tentang seorang teman (yang baru aku kenal) dan dia seorang penjaga warnet nih. Nah, dia ini ternyata suka sekali membuat sajak dan pernah ikut lomba dan ternyata selalu menang. Penasaran kan? ok check it out



Namanya sih aku kurang tau, soalnya wajar aku baru kenalan hari ini tadi sekitar jam 1 siang ini. Tapi banyak teman-temanku yang kenal dengannya, rata-rata sih mereka manggilnya Mas Abi Semuanya berawal ketika aku masuk ke warnet yang dah jadi base camp keduaku (kalo lagi malas ke base camp pertama). Nah, pas aku masuk ke dalam, tiba-tiba aku dipanggil sama penjaga warnetnya menanyakan FB-nya (karena dia di add sama anak mu'allimin)


"Eh, kamu kenal sama ini ga." Tanya Mas Abi sambil nunjuk ke layar komputer servernya
"Wah mas saya ga kenal. Emangnya kenapa?" jawabku agak penasaran (soalnya kayak sok kenal deh, karena masih kesan pertama)
"Oh, kamu anak mu'allimin ya. Soalnya aku akhir-akhir ini di add anak-anak mu'allimin. Makanya aku nanya ke kamu." Bales Mas Abi Ternyata dan ternyata mau nanyain itu toh.

Ya akhirnya aku langsung masuk aja ke box yang posisinya tepat di depan Mas Abi tadi. Tiba-tiba Mas Abi nih ngajak ngobrol banyak banget dan awalnya sih kayak interogasi gitu (ditanyain asli mana,anak kelas berapa dll). Ternyata, pas udah lewat proses interogasi tersebut, akhirnya Mas Abi cerita kalo dia itu kenal lumayan banyak dengan anak-anak Mu'allimin dan dekat sama mereka. Malahan, ternyata si 'aa ni kenal sama beberapa teman angkatanku karena mereka sering main ke sini dan sering ngobrol sama Mas Abi.

Tapi yang paling bikin aku tertarik adalah ketika Mas Abi ini nyeritain hobinya yang suka buat sajak. Jadi, Mas Abi ni cerita bahwa dulu dia suka banget nulis sajak di multiply (sampai sekarang masih nulis) dan pernah ikut lomba ternyata dan itu selalu menang.

"Dulu itu aku nulis pas ikut lomba itu cuman mau menangin 2 kategori. Tapi, rupanya ga nyangka bisa menang dari semua kategori. kalau ga salah ada 24 kategori waktu pertama aku ikut." Kata si mas Abi

"Tapi, yang ga nyangka itu pernah ikut lomba dan itu ada 40-an kategori dan aku nulis niatnya cuman mau menang 2 kategori dan ternyata hasilnya bisa semua kategori masuk. Malahan setelah itu aku sama panitianya didiskualifikasi dan mereka menyarankan aku jadi juri." tambah Mas Abi Wah, keren banget tuh menurutku bisa nulis sajak yang Mas Abi bilang sih relatif sedikit soalnya cuman nulis sekitar 20 baris dan itupun sedikit tiap barisnya.

Nah, yang keren lagi itu pas aku ditawari lihat blognya dan ternyata isinya full sajak yang keren abis kang. Di akhir sih Mas Abi nanyain, "kamu punya blog kok ga pernah diibukuin. Padahalkan lebih bagus kalau dibukuin daripada dibiarin ada di blog."

Aku sih cuman senyum-senyum aja soalnya sampai sekarang masih belum konsisten buat nulis sesuatu yang ingin aku tuliskan. Meskipun aku juga agak malu sih kok ya awak e dewe ga berusaha nulis. pada hal ya punya waktu luang daripada Mas Abi. Wah, pokoknya hari ini mantep banget nih motivasinya dari Mas Abi (Thank ya Mas :D).

*buat yang mau lihat postingannya bisa buka di sini http://djrendy.multiply.com atau http://dieeppoo.blogspot.com, btw ini dia contoh sajaknya Mas Abi yang menang semua kategori waktu lomba tahun 2010

Tangisan terakhir seorang pelacur

Tetes air mata kembali mengalir

Membentuk anak sungai di kedua belah pipiku

Air mata ini tak berhenti juga

Seakan tak ingin berhenti

Aku yang semakin terpuruk

Lalu ada yang memdekatiku dan bertanya

Kenapa kau menangis ?

Hanya diam yang ku berikan tanpa ada kata-kata yang tak berarti

Hingga aku bertanya

Apa yang tuan tanyakan kepadaku?

Kenapa kau menangis?

Aku ingin berhenti menjadi seorang pelacur

Apakah aku masih bisa?

Kembali air mata ini mengalir dengan derasnya

Diamku tak akan pernah menyelesaikan semua ini

Yang menjadi sebuah pertanyaan dalam hatiku sekarang

Apakah aku bisa berhenti?

Tuhan, dibulan yang suci ini

Aku memohon kepada-Mu untuk membukakan pintu ampunan

Aku ingin kembali lurus

Kejalan yang telah benar dan Engkau ridhoi ya, Tuhan

Kabulkanlah keinginanku dan harapanku ini


Thursday, May 17, 2012

Kata Mutiara Part XVI

Assalammu'alaikum...

Kawan, ini dia bongkahan kita yang baru untuk postingan kali ini. Sama seperti biasa, postingan ini masih di dalam kelompok "Friends Note". Nah, untuk kali ini postingannya tentang 3 cerita yang aku dapatkan dari temanku Ismah. Nah, kali ini dia ngirim sms yang isinya adalah supaya kita bisa bermuhasabah. Mau tahu? So, let's check it out


"Aku cemburu pada mereka yang berani memilih berubah walau perih dan tidak mudah."
"Aku cemburu pada mereka yang istiqomah walau sangat payah."
"Aku cemburu pada mereka yang memiliki cinta-Nya walau teraniaya."
"Aku cemburu pada mereka yang tetap berjuang walau tak berujung senang."
"Aku cemburu pada mereka yang selalu bergerak walau waktu terus mendesak."
"Aku cemburu pada mereka yang apapun bernilai akhirat. Sedangkan aku? Apapun adalah dunia"

Kawan, pernahkah kita mencoba diri untuk mengoreksi diri kita sendiri dalam masalah cemburu? Kita sering kali mencemburui segala hal tentang keduniawian yang ada di dunia. Seperti contohnya adalah ketika kita selalu cemburu ketika kita melihat teman kita memiliki harta lebih,mereka punya banyak uang dan lain sebagainya. Bahkan tidak sedikit dari kecemburuan itu kita sampai kepada berbuat hasad dan dengki.

Pernahkah kita mencoba untuk cemburu kepada hal-hal di atas tadi? jawabannya adalah tidak, meskipun ada sebagian kita yang melakukannya.

Kita kelak kali mengeluh ketika kita diberikan ujian oleh Allah SWT. Padahal, sudah sangat jelas Allah memberikan suatu ujian kepada hamba-hamba-Nya adalah sebagai tanda kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya supaya mereka selalu mengingat Allah di manapun. Terlebih lagi kawanku, ayolah kita cemburu kepada orang-orang di atas tadi karena mereka tetap berani mengambil resiko. Setelah memilih sesuatu mereka akan konsisten melakukannya dengan dasar atas nama Allah (ikhlas) demi mendapatkan ridho dan cinta-Nya. Sehungga ia akan berani dalam bertindak dan segala tindakannya akan selalau mengarahkan dirinya bagaimana caranya supaya ia bisa sukses akhirat dan dunia.

Kawan, oleh sebab itulah, mari kita perbaiki diri kita kembali menjadi isnan yang utama yang diridhoi Allah. Tidak ada kata terlambat dan tidak ada kata susah untuk menjadi orang yang seperti di atas. Karena, sesungguhnya Allah Maha Tahu segala sesuatu yang dilakukan hambanya

Wa Allahu A'alamu...

Wassalammu'alaikum

Kenagan Akhir Dari Debat

Assalammu'alaikum

Hey kawan semuanya, kembali lagi nih kita dengan sebuah bongkahan tulisan yang baru yang mana aku ingin sekali menceritakannya kepada kalian semua tentang ini.

Mau tahu nih ceritanya tentang apa? Jadi kali ini aku akan bercerita kepada kalian semua tentang yang namanya debat. Mungkin semuanya belum tahu kalau aku di sekolah alhamdulillah masih bisa dikatakan aktif dalam komunitas debat yang namanya Englush Debating Socuety of Mu'allimin (yang ngelatih langsung dari UGM lo). Nah,komunitas ini berisikan anak-anak aliya/SMA yang mereka benar-benar ingin mengeksplorasikan kemampuna mereka dalam berfikir logis,kreatif dan kritis.

Itu sih sekilas tentang komunitas ini. Tapi, kali ini aku tidak akan bercerita tentang komunitas ini. Akan tetapi, aku ingin sekali berbagi bahwa hari ini adalah hari terakhirku dalam mengikuti lomba dan aktif di dalam komunitas ini. Nah, mau tau nih ceritanya? yuk kita to the point aja :D


Alhamdulillah hari ini aku bersama 3 orang temanku bisa ikut lomba debat yang menurut kami adalah lomba terakhir bagi kami di tahun ini. Karena, setelah lomba ini, kami sudah konsen ke acara yang akan kami adakan. Terlebih lagi aku yang besok akan duduk di kelas 3 SMA (doakan ya :D), di tahun depan sudah tidak bisa aktif seperti dulu lagi.

Nah, hari ini kami mengikuti lomba debat Bahasa Inggris di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Sebenarnya ada yang menarik pada kompetisi kali ini. Soalnya sistem debat yang akan dipakai menggunakan sistem yang jarang digunakan oleh anak-anak SMA. Sebenarnya sih aku ikut kompetisi ini ada satu harapan, setidaknya aku bisa pulang ke asrama bawa best speaker bahkan kalau bisa aku dan teman-temanku yang berangkat bisa menang di kompetisi kali ini. Akan tetapi, ternyata langkah kami tidak mudah lo kalau ingin menjadi sang juara.

Aku masih ingat bagaimana perjalanan kami di dalam fase grup agar bisa masuk ke babak final. Tapi, yang paling teringat adalah ketika aku masuk ke babak kedua di fase grup. Saat itu aku bersama temanku Royna sebagai tim dari Mu'allimin melawan SMA9,MUHI dan SWING TEAM yang mana disana isinya benar-benar para dewa (kemampuan bahasa dan debanya). Nah diruangan ini kami mendebatkan tentang bahwa Indonesia itu akan menjadi lebih baik tanpa adanya eksistensi organisasi keagamaan (ini hanya sekedar lomba dan tidak ada keterkaitannya dengan apapun), dan tim-ku mendapat tim pro (nah lho modar).

Pas kami lagi case bulding selama 15 menut, rasanya aku dan temanku ini seperti dikejar waktu untuk membuat argumen bagaimana supaya bisa menang. Akhirnya dengan segala ide yang ada, aku dan temanku ini pun siap pas waktu sudah selesai dan debat akan dimulai.

Di sinilah kenangan itu terbentuk dan tidak akan hilang selamanya bagiku sendiri. Karena, selama kurang lebih 1 jam lebih kami berdebat diantara keempat tim, aku merasakan betapa asiknya debat di ruangan ini. Kenapa? Aku juga ga tahu kenapa kok pas aku maju ke depan podium, aku kok bisa lancar ngomong dari awal sampai akhir. Tapi yang paling penting adalah, ketika aku merasakan bahwa debat di ruangan ini terasa sangat hidup dan dinamis sekali ketika tim pro/kontra membawa argumen, pasti selalu aja ada yang minta interupsi. Terlebih lagi, ketika kita menyampaikan bantahan rasanya plong banget deh.

Tapi sayang, ketika di room itu aku dan temanku mendapatkan peringkat 3. Terlebih lagi ketika masuk babak akhir dari fase grup, kami harus dekeng di posisi 3 lagi dan tidak bisa maju ke babak final dan akhirnya kami pulang dengan sedikit kepuasan.

Ya itulah yang sekiranya bagiku tidak bisa dilupakan karena I LOVE DEBATE AND I ENJOY IT BECAUSE DEBATE IS A GAME AND DEBATE IT WAS UNPREDICTABLE :D

Wassalammu'alaikum

*For all debaters, thank you very much for our relationship. Hope we can meet again in other chances :D